Menghadirkan Sedekah Pangan Dermawan di Tengah Gunungan Sampah

Para pengumpul sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Ciangir, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya pun ikut terimbas oleh pandemi. Di masa sulit ini, penghasilan mereka per kilonya turun nyaris setengahnya sehingga rezeki mereka kini tak menentu. ACT mengantarkan amanah para dermawan pada Jumat (28/8) lalu untuk meringankan beban mereka melalui program Lumbung Sedekah Pangan.

Para pekerja di TPA Sampah Ciangir setelah mengambil bantuan dari Lumbung Sedekah Pangan. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, TASIKMALAYA – Gunungan sampah beserta dengan aromanya menyeruak, beradu menjadi satu. Tempat yang jika dikunjungi sebagian orang, tidak ingin berlama-lama. Kesan kumuh, dan tidak nyaman juga tergambar ketika membayangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Namun gunungan sampah itulah yang menjadi sumber nafkah bagi puluhan pekerja harian yang berjibaku untuk mencari rezeki.

Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya kembali mengunjungi TPA Sampah Ciangir yang terletak di Tamansari, Kota Tasikmalaya. Puluhan dari pekerja harian di TPA Ciangir saat itu sedang bekerja dan bergegas menyambut kedatangan Tim ACT Tasikmalaya. Salah satunya Juairiah (85), seorang nenek paruh baya yang sejak 2005 bekerja sebagai penghimpun sampah. Rumahnya pun tidak jauh dari lokasi TPA. Selama 15 tahun ia bekerja bersama sang suami di TPA ini. “Sekitar tahun 2005 saya di sini, bekerja sama suami juga di sini,” ungkap Juairiyah pada Jumat (28/8) itu.

Sampah-sampah yang sudah terkumpul kemudian akan dijual ke pengepul. Namun, tidak setiap hari ia bisa mendapatkan uang dari hasil mengumpulkan sampah. Pasalnya, uang yang didapatkan tergantung kepada sampah yang dihasilkan dari menghimpun. “Tidak menentu, biasanya kalo sudah dapet banyak baru dijual, kadang juga per minggu. Dikumpul dulu baru dijual,” tambah Juairiyah.


Dari hasil menghimpun, paling banyak ia dapatkan Rp150 ribu per minggu. Jika keadaan sedang kurang baik, ia mendapatkan uang di bawah itu. Puncak kesulitannya terjadi setelah merebaknya virus corona, di mana sampah per kilogram yang biasanya dihargai Rp2.500, kini turun menjadi Rp1.500.

“Saya dan suami biasanya kalo lagi baik, dapat Rp300 ribu per minggu. Kalau hanya saya yang bekerja paling Rp150 ribu. Kalau enggak baik mah, ya di bawah itu. Apalagi sekarang lagi corona, per kilo hanya (dihargai) Rp1.500 saja,” ungkap Juairiyah.

Hal yang sama dirasakan oleh Ecin (65) sejak 15 tahun yang lalu sang suami meninggal dunia, ia memutuskan untuk bekerja memungut sampah di TPA Ciangir. Kini, ia pun merasakan dampak yang sama, ia hanya mendapatkan Rp50 ribu perbulan. “Enggak nentu neng, kalo dihitung paling Rp50 ribu per bulan,” ungkap Ecin.


Suasana TPA ciangir saat para pekerja hendak mengambil bahan pangan. (ACTNews/Rimayanti)

Di tengah kondisi sulitnya ekonomi saat pandemi, mereka pun sangat bersyukur mendapatkan paket bahan pangan dari hadirnya Lumbung Sedekah Pangan dari ACT di TPA Ciangir. Program yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan ini hadir untuk membersamai mereka para pejuang nafkah harian yang berkerja di TPA Ciangir yang juga sama-sama terdampak pandemi hingga sulitnya memenuhi kebutuhan pangan.

Tiga kali dalam seminggu, yakni di setiap hari Jumat, Rabu, dan Senin, Juairiyah, Ecin dan puluhan pekerja lainnya dapat mengambil bahan pangan di rak yang sudah disediakan sesuai dengan kebutuhan mereka. “Lumbung Sedekah Pangan ACT Hadir di TPA Ciangir tiga kali dalam seminggu d ihari Jumat, Rabu, dan Senin. Melalui lumbung ini mereka bisa mengambil bahan pangan sesuai kebutuhan. Harapannya ini bisa membantu pemenuhan kebutuhan pangan harian mereka di tengah masa sulit ini,” ungkap M. Fauzi Ridwan selaku Koordinator Program ACT Tasikmalaya.

Fauzi juga berharap, masyarakat dapat ikut berkontribusi. Baik melalui dana tunai, maupun mengisi langsung rak yang tersedia di Kantor ACT Tasikmalaya. “Melalui program ini juga kami mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama meringankan beban sesama, meredakan kesulitan dan mengentaskan kemiskinan. Kepedulian dapat disalurkan melalui rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap, BNI Syariah di nomor 88 0000 9277 atau melalui laman Indonesia Dermawan. Atau bisa juga menyampaikan bantuan pangan langsung ke kantor ACT Tasikmalaya Jl Cimulu No.15 Tawang, Kota Tasikmalaya,” terang Fauzi. []