Menghadirkan Sumber Air Bersih di Tepi Sungai Opak

Air sumur berbau selalu menjadi keluhan warga yang tinggal di Dusun Potrobayan, Bantul yang berbatasan dengan Sungai Opak. Namun, masalah ini akan segera hilang sering dengan terus mendekati selesainya pembangunan Sumur Wakaf yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menghadirkan Sumber Air Bersih di Tepi Sungai Opak' photo
Proses pembangunan Sumur Wakaf di kompleks Pesantren Baitul Qur’an Cendekia, Bantul. Manfaat sumur ini nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL Dusun Potrobayan, Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul merupakan dusun yang posisinya berada di bantaran Sungai Opak. Walau posisinya dialiri sungai, tak menjadi jaminan air selalu tersedia di tempat ini. Khususnya di musim kemarau, air bersih menjadi barang langka. Ketika air kemarau, sumur galian warga tak dapat menjadi andalan walau ukurannya lebih dalam dari sungai. Air sumur yang berbau menjadi alasannya.

“Satu-satunya jalan untuk mendapatkan air bersih yang layak konsumsi ialah dengan membangun sumur bor yang cukup dalam,” ungkap Onny Leo dari tim Global Wakaf-ACT yang tengah meninjau pembangunan Sumur Wakaf di Potrobayan.

Saat ini Sumur Wakaf yang berasal dari wakaf masyarakat yang disalurkan memalui Global Wakaf sedang dibangun di Dusun Potrobayan. Lokasi pembangunan berada di lingkungan Pesantren Baitul Qur’an Cendekia. Walau begitu, warga sekitar juga bisa memanfaatkannya. Pesantren Baitul Qur’an Cendekia sendiri merupakan lembaga pendidikan Islam setingkat SMP bagi para penghafal Alquran. Belum lengkap memang fasilitas pendidikan di tempat ini, namun, pihak pesantren sedang berikhtiar untuk hal itu

Mustofa, Kepala Yayasan Pesantren Baitul Qur’an, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan Sumur Wakaf. Hadirnya sumur ini diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan air. “Santri, tenaga pengajar hingga masyarakat sekitar akan senang dengan hadirnya sumur ini,” ungkap Mustofa, Senin (30/11).

Selain Sumur Wakaf, Global Wakaf juga melengkapi fasilitas umum yang bersumber dari dana wakaf ini dengan lima pintu MCK dan bak tampungan dengan kapasitas seribu liter air. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Onny menambahkan, hadirnya Sumur Wakaf merupakan wujud nyata manfaat dana wakaf yang bisa dinikmati banyak orang secara produktif. Harapannya, dukungan masyarakat bisa terus mengalir agar sumur serupa bisa hadir, khususnya di wilayah DI Yogyakarta yang sering kali terdampak kekeringan.

Secara keseluruhan, per awal Desember ini, sudah ada 35 Sumur Wakaf terbangun di se-DI Yogyakarta. Ada satu unit sumur di Kota Yogyakarta, 4 titik di Bantul serta paling banyak ada di Kabupaten Gunungkidul, yakni 30 unit sumur. Sumber air ini dibangun di daerah rawan bencana kekeringan, khususnya ketika kemarau, seperti Gunungkidul. Ke depannya, atas dukungan masyarakat, sumur serupa akan menjamur di berbagai titik. “Wakaf sumur bisa disalurkan melalui laman resmi Indonesia Dermawan. Mari bantu saudara kita yang masih kesulitan air,” ajak Onny.[]

Bagikan

Terpopuler