Menghadirkan Sumber Air di Tengah Kampung Relokasi di Cileuksa

Air menjadi barang yang sulit didapatkan warga Blok Cipandawa. Warga yang tinggal di tempat relokasi untuk bencana longsor Cileuksa, Bogor ini sebelumnya harus turun bukit untuk mendapatkan air.

Menghadirkan Sumber Air di Tengah Kampung Relokasi di Cileuksa' photo
Ope, salah satu warga Blok Cipandawa, mencoba air dari Sumur Wakaf yang sudah selesai pengerjaannya. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Terhitung Februari lalu, warga Kampung Rancanangka, Desa Cieluksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang terdampak bencana longsor di awal tahun 2020, mulai menempati tanah relokasi di Blok Cipandawa. Lahan tersebut disiapkan, namun berbagai penunjang kehidupan bagi warga belum terpenuhi semua. Warga menuturkan, saat masuk ke tanah relokasi, mereka masih tinggal di bawah tenda terpal pengungsian, belum tersedia rumah pengganti. Untuk keperluan hidup, khususnya pangan, warga pun bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Memulai kehidupan di tempat relokasi tak mudah bagi warga Blok Cipandawa. Ope, salah satu warga menuturkan, ketika datang ke area relokasi, seluruh warga kampung Rancanangka harus tinggal di bawah tenda pengungsian. Anak-anak usia sekolah pun mendapat pembelajaran dari sekolah darurat. Pemenuhan kebutuhan pangan bergantung pada bantuan, sedangkan untuk air, warga harus mengambilnya dari sungai kecil yang mengalir di bawah bukit. “Sumber lain ada dari gunung, jaraknya 2.500 meter dari sini (Blok Cipandawa). Makanya, kami sangat butuh pipanisasi,” ungkap Ope. Saat ini telah tersedia pipanisasi dari mata air tersebut, namun, debitnya sangat kecil.

Mengatasi permasalahan tersebut, Global Wakaf - ACT pada Kamis (23/7) lalu menyerahterimakan Sumur Wakaf yang telah dibangun dalam beberapa pekan terakhir. Sumur tersebut nantinya bisa memenuhi kebutuhan air bagi warga Blok Cipandawa yang tinggal di atas bukit itu. Dengan begitu, warga tak perlu lagi mengambil air yang tak selalu jernih dari sungai yang ada di bawah bukit.


Blok Cipandawa yang dihuni warga Kampung Rancanangka, Cieluksa, Sukajaya, Bogor yang masuk zona merah bencana. DI tempat ini ada 800 lebih jiwa yang tinggal dan membutuhkan sumber air yang layak. (ACTNews/Eko Ramdani)

“Sekarang ada sumur di sini, airnya juga lumayan banyak, jadi enggak perlu repot lagi mengambil air jauh-jauh,” tambah Ope.

Khisnul Khasanah dari Tim Program ACT Bogor mengatakan, Sumur Wakaf yang dibangun di Blok Cipandawa lengkap dengan mesin air, penampungan air, fasilitas MCK, serta keran untuk berwudu. Warga pun bisa memanfaatkannya untuk berbagai keperluan. “Di mana pun air menjadi kebutuhan hidup yang tidak bisa dikecualikan. Untuk itu, Global Wakaf - ACT membangun sumur ini agar pemenuhan air dapat tercukupi bagi warga korban bencana longsor ini,” jelasnya, Kamis (23/7).

Saat ini kebutuhan air bagi warga Blok Cipandawa belum sepenuhnya tercukupi lewat satu Sumur Wakaf saja. Pasalnya, ada 800 lebih jiwa yang tinggal di tempat relokasi tersebut. Luasnya perkampungan juga mengharusnya adanya beberapa sumber air untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga. Sayang, ekonomi yang masih prasejahtera membuat warga tak bisa membangun sumur secara pribadi.

“Global Wakaf - ACT akan terus mendampingi warga di Cipandawa, masyarakat luas pun bisa terlibat di dalamnya dengan ikut berwakaf harta untuk warga terdampak bencana yang belum hilang traumanya ini,” tambah Khisnul.[]


Bagikan