Mengharap Air Bersih di Tengah Teriknya Rakhine

Musim panas berkepanjangan membuat pengungsi internal Rohingya di Kota Sittwe kesulitan air. Belum lagi jarak sumber air bersih cukup jauh dari rumah atau tempat pengungsian mereka.

Mengharap Air Bersih di Tengah Teriknya Rakhine' photo
Salah seorang anak Rohingya sedang meminum air. (Twitter/@UNICEF)

ACTNews, SITTWE – Di tengah krisis kemanusiaan, pengungsi internal Rohingya dilanda sulitnya akses air bersih. Kondisi ini dialami pengungsi internal Rohingya di Kota Sittwe, ibu kota Negara Bagian Rakhine. 

Mereka sangat kekurangan sumber air bersih dan harus mengambil air bersih dari jarak yang jauh dari rumah atau tempat pengungsian mereka,” ujar Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response - ACT pada Senin (22/6) ini.

Musim panas memang sering berlangsung panjang untuk mereka. Pada bulan Juni 2019 misalnya, Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan hampir semua kolam penampung air hujan kosong. Lebih dari lima puluh desa menghadapi kelangkaan air pada saat itu, menurut Departemen Pembangunan Pedesaan Negara Bagian Rakhine.


Beberapa warga berdoa di depan Sumur Wakaf yang baru rampung. (ACTNews)

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Global Wakaf – ACT membangun Sumur Wakaf di 4 titik di Sittwe. Keempat Sumur Wakaf tersebut tersebar di Desa Bar Bu Kan, Desa Thek Kay Pyin, dan di Desa U Yin Thar. 

“Alhamdulillah, pembangunan 4 Sumur Wakaf ini berlangsung 10 hari saja, yakni dimulai dari 4 Juni hingga 10 Juni lalu. Seluruh Sumur Wakaf ini dapat memenuhi kebutuhan air hingga 550 jiwa atau 80 kepala keluarga,” Firdaus menjabarkan.

Namun, hadirnya Sumur Wakaf ini masih jauh dari kata cukup untuk para pengungsi. Firdaus menjelaskan, diperkirakan ada ribuan pengungsi yang membutuhkan air bersih untuk aktivitas sehari-harinya.

“Misalnya untuk di wilayah Bar Bu Kan saja, ada 1.180 keluarga yang membutuhkan air bersih, tetapi baru 4 sumur yang tersedia. Begitu juga dengan 4 sumur untuk 3.000 keluarga di Thek Kay Pyin. Sementara di U Yin Thar di mana 2.600 warga membutuhkan, baru ada 3 sumur,” jabarnya.

Oleh karenanya, Firdaus juga mengajak masyarakat untuk terus membersamai warga Rohingya. “Agar mereka bisa melewati semua ini, insyaallah sampai kondisi normal kembali. Semoga bantuan-bantuan kita juga dapat bermanfaat untuk mereka,” harapnya. []


Bagikan