Mengharap Kesembuhan Khusni: 13 Tahun Menderita Hidrosefalus

Sumirah, seorang buruh tani yang juga seorang ibu di Desa Tanjung, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul amat berharap Khusni, anak bungsunya, sembuh dari hidrosefalus. Masih adakah harapan untuk mereka?

Sumirah (kiri) bersama Khusni, anak bungsunya yang menderita hidrosefalus. (ACTNews)

ACTNews, GUNUNGKIDUL – Kesabaran luar biasa dimiliki Sumirah (49) buruh tani asal Desa Tanjung, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, yang merawat Khusni (13), anak bungsunya penderita hidrosefalus. Ketegaran tampak pada Sumirah ketika menyuapi makan anak bungsunya, Senin (28/12). Aksi Cepat Tanggap DI Yogyakarta hari itu bertandang mengantarkan paket pangan untuk keluarganya.

Khusni hanya bisa duduk di kursi roda. Ia hanya bisa makan makanan yang dihaluskan disuapi sang ibu. Sesekali, sang kakak juga membantu usai pulang sekolah. Hidrosefalus yang dialami Khusni adalah menumpuknya cairan dalam rongga otak, sehingga diameter kepala membesar. Kaki Khusni masih tidak bisa digerakkan, begitu juga dengan tangannya hanya bisa digerakkan sedikit. Mata Khusni bisa melihat, namun tidak bisa fokus, dalam berbicara juga belum jelas.

Sumirah ingin Khusni sembuh, bersekolah, dan berkegiatan seperti anak-anak seusianya.  “Dulu pernah ditawarkan dokter untuk operasi, namun karena terkendala biaya sekitar Rp65 juta, saya tidak mampu. Saya rawat di rumah,” kata Sumirah.

Kesulitan ekonomi memang amat dirasakan Sumirah. Ia pun pernah menjual sapi milik mertuanya untuk keperluan berobat. Para tetangga dan karang taruna desa juga sesekali membantu dengan memberikan bantuan pangan.

Nopal, relawan ACT DI Yogyakarta, yang hari itu menemui Sumirah dan Khsuni, menjelaskan, dalam mendukung kesembuhan Khusni, peran dermawan amat dibutuhkan. Sebelum berobat pun, Khusni memerlukan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, seperti makanan bergizi, popok, dan keperluan sanitasi.

“Pada awal pertemuan ini, kami memberikan paket pangan sekaligus asesmen. Semoga, informasi awal yang kami peroleh menjadi jalan kesembuhan Khusni, kata Nopal.[]