Menghidupkan Kembali Semangat Belajar Yatim Uighur

Menghidupkan Kembali Semangat Belajar Yatim Uighur

Menghidupkan Kembali Semangat Belajar Yatim Uighur' photo

ACTNews, ISTANBUL - Riuh puluhan anak Uighur kembali mengisi sore di suatu pusat pendidikan untuk diaspora Uighur di Istanbul, Turki. Usai belajar tahfiz Alquran bersama pada Selasa (22/1), mereka menyebar ke beberapa ruang yang ada untuk bermain. Rentang usia mereka beragam, mulai dari 1-20 tahun.

“Begini lah kegiatan anak-anak Uighur di sini. Setelah pulang sekolah, mereka biasa belajar menghafal Alquran di tempat ini. Selain belajar tahfiz, mereka juga belajar budaya dan bahasa Uighur. Untuk yang balita, mereka biasa ditemani ibunda mereka untuk belajar sambil bermain,” cerita Munevver selaku pengelola pusat pendidikan Uighur tersebut, Selasa (22/1).

Beberapa anak ditemani ibunya selama mengikuti kelas tahfiz.

Kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung selama masa sekolah, namun juga saat libur musim panas. Munevver mengatakan, anak-anak didiknya umumnya mengisi dua bulan liburan musim panasnya di pusat pendidikan yang ia kelola. Menurutnya, rutinitas berkumpul dan belajar para anak Uighur ini membuat mereka perlahan melupakan krisis di Xinjiang yang berdampak besar pada kehidupan mereka.

Pusat pendidikan yang dikelola Munevver menampung anak-anak Uighur yang umumnya menyintas sejak 2014. Mereka pindah dari Xinjiang ke Turki bersama keluarga yang tak lagi lengkap. Sebagian besar dari anak-anak tersebut merupakan yatim atau terpisah dari ayah mereka yang ditahan di kamp reedukasi Uighur di Xinjiang.

Beragam aktivitas edukatif yang diselenggarakan mengundang banyak anak Uighur bergabung.  Imran (13), salah satu anak Uighur yang rutin mengikuti kelas tahfiz di pusat pendidikan tersebut, mengungkapkan bagaimana ia menikmati berkumpul dan belajar bersama anak Uighur lainnya. Menurut Imran, kegiatan itu membantu mengobati kerinduannya pada keluarga besarnya di Xinjiang serta kampung halamannya.

Imran (kiri) bersama kawan-kawannya di pusat pendidikan Uighur yang dikelola Munevver

“Saya sangat rindu Korla sampai terbawa mimpi. Lalu saya membuat puisi tentang tanah kelahiran saya di Korla, Turkistan Timur (Xinjiang). Di puisi itu saya mengungkapkan bagaimana saya cinta tanah air saya dan seandainya bisa kembali ke sana (tanpa harus terkekang),” ungkap Imran, yang pindah ke Turki pada 2015.

Saat ini, ada sekitar 100 anak yatim Uighur yang mengikuti edukasi non-formal di pusat pendidikan Uighur yang dikelola Munevver di Istanbul. Selain Istanbul, pusat pendidikan tersebut juga berada di Kayseri, Turki. Jika ditotal, kata Munevver, ada 400 anak yatim Uighur yang ditampung di dua pusat pendidikan tersebut.

Anak-anak Uighur bermain selepas belajar tahfiz

Aksi Cepat Tanggap kembali menyalurkan amanah masyarakat Indonesia untuk diaspora Uighur yang kini bertahan hidup di Turki. Beasiswa diberikan kepada 100 anak yatim Uighur yang ada di pusat pendidikan tersebut di Istanbul.

Beasiswa pendidikan tersebut merupakan lanjutan dari bantuan yang ditujukan untuk anak yatim Uighur di Turki. Sucita Ramadinda dari Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I mengatakan, bantuan serupa juga telah diberikan kepada ratusan yatim Uighur, yang juga merupakan hafiz Alquran, di Istanbul.

Seratus anak yatim Uighur di Istanbul menerima beasiswa dari masyarakat Indonesia

“Selain beasiswa pendidikan, beragam kebutuhan pokok lainnya juga kamu bantu support, seperti paket pangan, atau logistik yang bisa mereka tebus secara cuma-cuma di swalayan terdekat melalui program Humanity Card,” jelas Suci, Selasa (22/1). Ia menambahkan, semua bantuan ini dikhususkan untuk keluarga yatim di Turki karena mereka tidak lagi memiliki tulang punggung keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Kepada masyarakat Indonesia, Munevver pun menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas kepedulian yang terus mengalir hingga kini. Ia juga berharap kelak dapat membangun rumah yatim untuk ratusan anak yatim Uighur yang pergi meninggalkan Cina dan bertahan hidup di Turki. “Karena mereka sangat membutuhkannya,” ujar Munevver. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan