Menghidupkan Kembali Usaha Ayam Geprek Herni

Gerobak Herni Setiawati (30) yang biasa ia gunakan untuk berjualan ayam geprek kini mogok di depan rumahnya. Belakangan ia tak lagi berjualan akibat pandemi, padahal sebelumnya penghasilannya mampu memenuhi kebutuhan 5 anaknya.

Herni menunjukkan gerobaknya yang kini sudah tak beroperasi lagi. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Herni Setiawati (30) benar-benar menikmati usaha ayam geprek yang ia jalani selama satu tahun belakangan. Penghasilannya sampai Rp4,5 juta selama satu bulan dan bisa menambah gaji suaminya yang bekerja sebagai supir. Dengan penghasilan tersebut, mereka bisa menghidupi 5 anak-anaknya yang kini masih bersekolah.

“Saat sebelum pandemi mas, penghasilan saya dari usaha ini sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan lebih,” ucap Herni ditemui di rumahnya di kawasan Bogor pada Sabtu (12/9) lalu.

Memang begitulah yang terjadi setelah pandemi. Usaha yang telah ia rintis benar-benar terdampak beberapa bulan belakangan. Bahkan sampai ia tidak sanggup lagi untuk membayar biaya sewa rukonya. Usahanya kini benar-benar berhenti. Tinggal gerobak bekas usahanya yang berlabel ‘Z Chicken’ yang terparkir di halaman rumahnya.

Tapi Herni belum mau berhenti. Ia ingin memulai langkah baru lagi dengan mencari tempat yang lebih strategis saat pandemi ini, sehingga usahanya dapat kembali berjalan. Rencana tersebut dapat berjalan dalam waktu dekat dengan bantuan dari program Wakaf Modal Usaha Mikro yang diinisiasi oleh Global Wakaf – ACT.


Serah terima Wakaf Modal Usaha Mikro kepada Herni. (ACTNews)

“Mudah-mudahan hadirnya bantuan bantuan modal usaha ini bisa membantu meringankan kesulitan yang kini sedang dihadapi oleh Ibu Herni. Sehingga Ibu Herni bisa menjalankan usaha kembali dengan lancar, seperti halnya sebelum pandemi,” jelas Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT.

Demikian yang ingin dituju oleh program Wakaf Modal Usaha Mikro . Selain itu, program yang menggunakan sistem Qardh al-Hasan ini memiliki peran dalam membangun komitmen para pelaku usaha penerima modal, sehingga para penerima manfaat senantiasa bertekad dalam membangun bisnisnya untuk lebih maju dan berkembang.


“Harapannya dengan adanya instrumen ini, masyarakat bisa mengembangkan usahanya lebih maju lagi di masa sulit seperti sekarang. Sehingga mereka tidak perlu kebingungan dalam menjalankan usahanya, atau sampai menggunakan modalnya untuk kebutuhan sehari-hari, ” tutur Wahyu.

Wahyu pun berharap, para dermawan dapat berpartisipasi dalam program Wakaf Modal Usaha Mikro, sehingga lebih banyak pengusaha kecil yang dapat terbantu pergerakan usahanya. ”Kami sekaligus mengajak kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal Usaha Mikro. Mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Wahyu. []