Mengikhtiarkan Perbaikan Gizi Anak-Anak Sembalun, Lombok Timur

Sejak November 2018, Bengkel Gizi Terpadu (BeGiTu) Aksi Cepat Tanggap memberikan pelayanan kesehatan dan paket gizi bagi 116 anak-anak di Sembalun, Lombok Timur.

Keluarga pasien anak Bengkel Gizi Terpadu mendapat paket gizi usai pelayanan kesehatan di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. (ACTNews)

ACTNews, LOMBOK TIMUR – Program Bengkel Gizi Terpadu (BGT) di Sembalun, Lombok Timur, memasuki fase akhir pada Januari ini. Di Lombok Timur, program ini telah dijalankan sejak November 2018. Bengkel Gizi Terpadu adalah salah satu program pemulihan di bidang kesehatan yang digencarkan ACT pascagempa mengguncang Lombok.

Melalui program Bengkel Gizi Terpadu, pasien balita dengan gizi kurang menerima paket gizi dan juga layanan kesehatan, seperti cek berat badan, tinggi badan, hingga indeks masa tubuh. Selain itu, ibu pasien juga diedukasi cara mengolah bahan makanan agar mempunyai nilai gizi.

Relawan Program Bengkel Gizi Terpadu Ade Arfa Putra Ramadan menjelaskan, faktor terbesar gizi kurang di Lombok Timur adalah pengetahuan keluarga terkait gizi anak. Sebab itu, kata Ade, tujuan program BeGiTu selain meningkatkan gizi anak adalah mengedukasi keluarga untuk memberikan gizi terbaik bagi anak-anak. Ia berharap, ketika program BeGiTu usai, orang tua telah paham cara memenuhi gizi anak.

Ade mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam mengikhtiarkan perbaikan gizi anak di Lombok Timur adalah meningkatkan kesadaran masyarakat. Sebab, menurut Ade, sumber daya alam terkait pangan di kaki Gunung Rinjani itu cukup mumpuni. “Kami bahkan memberikan paket gizi dan layanan kesehatan harus door to door bergantian ke 116 rumah pasien,” kata Ade.

Paket gizi yang disediakan Bengkel Gizi Terpadu pun berisi bahan pangan dengan gizi beragam seperti vitamin, protein, dan karbohidrat. Kacang hijau, telur, gula merah, susu, adalah paket gizi yang disediakan.

Alifah Sakirah Azzahra (5) adalah salah satu pasien Bengkel Gizi Terpadu yang mengalami perbaikan gizi. Ade mengatakan, Alifah mengalami peningkatan berat badan tiap bulan. Kini berat badan Alifah 12,8 kilogram. “Merupakan sebuah rasa syukur yang paling dalam dan terima kasih dari orang tua Alifah kepada Bengkel Gizi Terpadu atas paket gizinya,” ungkap Ade.

Program Bengkel Gizi Terpadu pun mendapat apresiasi dari pemerintah dan masyarakat Lombok Timur. Pertengahan Januari lalu, Ade mewakili ACT mendapat undangan langsung pertemuan dengan Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur Hartatik Sukiman Azmy. Ade menjelaskan, dalam pertemuan itu, Hartatik yang juga istri Bupati Lombok Timur menyampaikan, program Bengkel Gizi Terpadu diapresiasi sebagai program unggulan dan diarahkan untuk diduplikasi puskesmas-puskesmas se-Kabupaten Lombok Timur.

Ade pun telah berdiskusi dengan Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas Lombok Timur, dan pengambil kebijakan terkait agar proses pemberdayaan dan pendampingan gizi anak-anak di Lombok Timur terus berjalan.[]