Menguatkan Potensi Wakaf melalui Literasi

Wakaf memiliki potensi dan manfaat yang besar. Namun pemanfaatan wakaf belum optimal karena literasi yang masih minim.

Ilustrasi. Melalui dana wakaf yang dioptimalkan untuk sawah, masyarakat dapat memperoleh beras gratis. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)
Ilustrasi. Melalui dana wakaf yang dioptimalkan untuk sawah, masyarakat dapat memperoleh beras gratis. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

ACTNews, JAKARTA – Kementerian Agama Bersama Badan Wakaf Indonesia pernah melakukan survei tentang literasi wakaf pada tahun 2020. Hasil menunjukkan, literasi wakaf masyarakat Indonesia baru mencapai 50,48 persen secara nasional. Skor ini masih berada di bawah zakat yang berada di angka 66,7 persen.

Untuk mengatasi persoalan literasi tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia meminta agar BWI melakukan sosialisasi wakaf uang dengan gencar. Masyarakat perlu mengetahui bahwa wakaf uang dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dan tidak harus berjumlah besar.

“Namun, upaya mendorong literasi wakaf uang juga harus disertai dengan transparansi proses penyaluran melalui laporan teraudit, serta akad yang mengikat,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam acara Rakornas BWI pada Selasa (30/3/2021).

Edukasi tentang wakaf uang dan wakaf melalui uang harus ditekankan pada kewajiban nazir dalam menjaga nilai pokok wakaf tidak berkurang. Wakif perlu diberikan pemahaman mengenai pengembangan wakafnya melalui berbagai instrumen investasi Syariah.


Ilustrasi. Wakaf dapat digunakan untuk kegiatan sosial. Salah satunya seperti membantu usaha yang terdampak pandemi. (ACTNews/Eko Ramdani)

“Yang hasilnya akan digunakan untuk membantu kegiatan sosial dan kegiatan kebajikan lainnya,” kata Ma’ruf. Wakif juga perlu diberikan pemahaman jika mereka dapat mewakafkan uang untuk suatu tujuan tertentu. Misalnya, membangun rumah sakit atau usaha.

Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan rendahnya literasi masyarakat terkait wakaf membuat wakaf belum dapat dimanfaatkan secara optimal di Indonesia.  "Kesadaran masyarakat masih harus ditingkatkan, selain itu dari sisi institusi pengelola juga harus diperkuat, tidak lupa membangun kredibilitas," kata Sri, Jumat (9/4/2021). 

Peran wakaf di masyarakat

Wakaf akan memberikan manfaat luar biasa yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. "Jika tidak ada orang berwakaf, berapa angka kemiskinan di Indonesia? Berapa siswa angka putus sekolah?" tanya Mohammad Nuh sebagai Ketua BWI dalam Media Gathering bertema 'Bersama Menggagas Penguatan Literasi Wakaf Masyarakat’ di Jakarta Pusat, Selasa (20/4/2021).

Menurut Nuh, wakaf telah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad. Bahkan, telah menjadi semacam gaya hidup para sahabat, selain zakat dan sedekah. Jabir bin Abdillah bahkan mengatakan tidak ada seorang pun sahabat Nabi SAW yang memiliki kemampuan, kecuali kemampuan mereka dalam berwakaf.

Wakaf bersifat lebih bersifat strategis untuk membangun peradaban. Ini disebabkan oleh nilai wakaf yang tidak boleh berkurang dan dapat bertambah. Mohammad Nuh memberikan contoh Masjid Al-Falah yang berada di Orchard Road, Singapura. Masjid wakaf ini memiliki gedung megah yang disewakan. Hasilnya digunakan untuk umat dan pengembangan Islam.

Manfaat itu sangat dibutuhkan apalagi di kondisi saat ini, yang mana pandemi merusak ekonomi.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Februari 2021, sosio ekonomi masyarakat Indonesia sama dengan 2016. "Pada 2017-2018-2019 sudah membaik, sekarang kembali lagi. Ini enggak mungkin hanya diserahkan ke pemerintah untuk membantu saudara-saudara kita," ungkapnya.

Saat ini banyak hal yang ingin dikenalkan kepada masyarakat agar mengetahui lebih jauh mengenai wakaf. Salah satunya yang terpenting adalah pemahaman bahwa wakaf tidak melulu berbentuk tanah, tetapi juga bisa berbentuk uang. Seorang wakif bisa berwakaf uang dengan berapapun jumlahnya, kapanpun, dan di manapun.

"Wakaf uang bisa menjadi jalan yang fleksibel. Dulu yang berwakaf harus orang kaya karena yang diwakafkan adalah tanah, sekarang lebih mudah karena bisa dengan wakaf uang, Rp5 ribu, Rp10 ribu sudah bisa," katanya. Nuh berharap literasi wakaf masyarakat terus meningkat. Untuk itu, sosialisasi tentang wakaf perlu terus dilakukan.[]