Mengukir Ceria di Wajah Penghuni Panti Asuhan An Nur

Ada 48 orang yang berbeda karakter dan berbeda cerita di panti ini. Ada yang dahulunya menjadi anak terlantar, yatim piatu, dan prasejahtera. Namun sebagian kini bisa mengecap pendidikan di pondok pesantren. Bahkan beberapa di antaranya memiliki prestasi luar biasa hingga bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Anak-anak panti yang sedang membantu dan bersukacita membawa bantuan Beras Wakaf. (ACTNews/Moch Miftah Fauzi)

ACTNews, TASIKMALAYA – Sinar mata Affandi tak mampu berbohong. Ia sangat senang karena kedatangan Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya, Selasa (12/01) itu. Bersamaan dengan itu juga, tim membawa bantuan untuk panti di mana ia tinggal selama ini.

Affan panggilannya, ia adalah salah satu anak panti Asuhan An Nur yang berlokasi di Kampung Cidoyang, Desa Cilampunghilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Affan saat ini berusia 5 tahun dan baru duduk di bangku TK. Di usianya yang sangat muda, Affan sudah menjadi seorang piatu karena ibunya meninggal dunia. Saat usia satu tahun ia dititipkan di panti asuhan ini karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Termasuk Affan, ada 48 orang yang berbeda karakter dan berbeda cerita di panti ini. Ada yang dahulunya menjadi anak terlantar, yatim piatu, dan prasejahtera. Namun 8 dari 48 orang saat ini sedang menjalani pendidikan di pondok pesantren. Bahkan beberapa di antaranya memiliki prestasi luar biasa hingga bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

“Alhamdulillah semuanya mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya, salah satunya ada yang hingga sekolah ke perguruan tinggi dengan mendapatkan beasiswa prestasi,” ungkap Burhanuddin selaku Pimpinan Yayasan Panti Asuhan An Nur.


Bahagia anak-anak panti dalam sesi belajar dan bermain ceria. (ACTNews/Moch Miftah Fauzi)

Pandemi yang mendampak beberapa waktu belakangan sangat mempengaruhi keadaan operasional panti, tak terkecuali pangan. Hal ini yang menyebabkan pihak panti perlu mengikhtiarkan dan tetap berusaha melalui jalan lain untuk tetap bisa menghidupi 40 orang anak yang berkmukim di panti.

Untuk memenuhi semua kebutuhan itu, pihak yayasan berikhtiar salah satunya dengan cara mengurusi lahan sawah milik orang lain. Kemudian bagi hasil yang dari hasil tersebut digunakan untuk pemenuhan pangan anak-anak di panti ini.


“Lahan sawah dengan sistem bagi hasil tersebut akan digunakan untuk pemenuhan pangan. Karena kami berkomitmen untuk terus berusaha memuliakan amanah anak yang dititipkan di sini meski harus mencari secara mandiri. Alhamdulillah hari ini kedatangan Tim ACT. Jazakallahu khairaan atas bantuannya,” tambah Burhanudin.

Dalam kesempatan ini juga, Tim ACT Tasikmalaya bermain dan belajar ceria bersama anak-anak panti sekaligus mengantarkan bantuan 100 kilogram beras agar stok pangan mereka tercukupi oleh program Beras Wakaf ini. Demikian disampaikan oleh M. Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya. “Alhamdulillah mudah-mudahan bantuan Beras Wakaf dari Sahabat Dermawan ini bisa mencukupi ketersediaan stok kebutuhan pangan di panti ini,” ungkapnya. []