Menguntai Jejak Kemanusiaan Pemulihan Bencana

Bertahun menjalankan kerja kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap konsisten membersamai korban bencana sejak masa tanggap darurat hingga ke tahap pemulihan. Ribuan hunian nyaman terpadu, ratusan sekolah dan masjid dibangun, serta pemulihan ekonomi para korban diikhtiarkan.

pemulihan pascabencana act
Kompleks hunian nyaman terpadu atau Integrated Community Shelter di Palu. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Sejak Agustus 2018 sampai akhir 2021, Indonesia beberapa kali diterpa bencana besar. Ada gempa Lombok, gempa dan tsunami yang menghantam Palu, tsunami karena erupsi krakatau di Selat Sunda, tanah longsor di Banten, gempa di Mamuju, dan yang terbaru erupsi Gunung Semeru. 

Sebagai lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap membersamai para korban, dimulai dari fase tanggap darurat. Bertahun kemudian, berbagai program pemulihan dilakukan Aksi Cepat Tanggap seperti pembangunan hunian, sarana ibadah, dan pemulihan ekonomi.

Berikut catatan aksi pemulihan yang telah dilakukan ACT di masing-masing momen bencana

Pemulihan Lombok

Dua bulan pasca gempa, ACT telah menyediakan hunian dan fasilitas umum untuk korban gempa di Lombok. Hunian terpadu, sekolah, MCK, Warung Wakaf, dan masjid dibangun menyebar di  lima kabupaten/kota di Lombok.

Kompleks hunian terpadu (integrated humanity shelter) pertama diresmikan 18 September 2018 di Gangga, Lombok Utara. ACT juga segera membangun family shelter di Lombok Utara dan Lombok Timur.

Vice President ACT Dwiko Hadi menjelaskan, saat itu total 224 unit hunian dibangun di ICS Lombok Utara, family shelter di Dusun Sambik Jengkel Barat, Desa Slengen, Kayangan, 149 unit. sementara itu, di dusun tetangganya, Dompo Indah, ada 152 unit. 

Selain hunian, fasilitas umum berupa masjid, sekolah, Warung Wakaf, dan sarana sanitasi juga telah dibangun, termasuk Masjid Nurul Solihin di Komplek ICS Gondang. 

“ACT telah membangun 12 masjid dan musala di Lombok Utara di antaranya Masjid Haqqul Yaqin di Dusun Pandanan, Masjid Al Amin di Desa Selengen, Masjid Islahul Ummah di Dusun Sebaro, dan Masjid Darussalam di Dusun Medana, Desa Madayin,” ujar Dwiko.


Pemberdayaan kelompok usaha bawang goreng di Palu. (ACTNews)

Pemulihan Akibat Tsunami di Selat Sunda

Untuk mengembalikan perekonomian nelayan di Pandeglang yang hancur akibat tsunami Selat Sunda, ACT memberikan perahu wakaf. Sebanyak 12 perahu wakaf diberikan kepada nelayan di Pandeglang dan Seranga, serta masih dipakai hingga saat ini. Sementara di Desa Way Muli, Lampung Selatan, ACT membangun rumah-rumah warga yang rusak. 

Pemulihan di Lebak, Banten

Awal tahun 2020, tepatnya pada Rabu (1/1/2020) pagi saat warga mulai beraktivitas, banjir dan longsor menerjang Desa Sajira Mekar, Kabupaten Lebak. Sedikitnya 98 rumah, 2 musala, 1 pesantren, dan 58 hektare lahan pertanian rusak diterjang banjir. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai Rp7 miliar. 

Dalam proses pemulihan bencana di Lebak, ACT membangun 52 unit hunian di Sajira Mekar. Komplek hunian dilengkapi dengan masjid, 20 MCK, taman bermain, dan dapur umum. Pembangunan ini rampung dalam satu bulan tepatnya pada Maret 2020.  

Pemulihan di Mamuju dan Majene

Proses pemulihan di Mamuju dan Majene dilakukan dalam waktu satu bulan. Sebanyak 96 unit ICS dibangun dan dilengkapi dengan 20 MCK, dapur umum, masjid, dan taman bermain. 

ICS ACT di Mamuju berdiri di lapangan Dusun Sendana, Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. Selain ICS ACT juga membangun masjid permanen di Desa Orobatu, Kecamatan Tapalang, Mamuju.

Bersiap Pemulihan Pasca Gunung Semeru

Setelah masa tanggap darurat, ACT tengah merencanakan pembangunan hunian nyaman terpadu sekolah, MCK, shelter kandang ternak, dan dapur terpusat. 

Pembangunan ICS telah dimulai di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Hingga Jumat (24/12/2021) proses penataan lahan hampir rampung. Nantinya, ICS akan dilengkapi dengan masjid, MCK, dan dapur.[]