Menilik Al Mubarok, Satu-Satunya Pesantren di Pulau Medang

Mulai dibangun sejak akhir Februari lalu, Pondok Pesantren Al Mubarok perlahan mulai menunjukkan perubahannya pada Senin (22/6) lalu. Santri yang biasanya tidur di rumah warga, kini bisa bernaung di dalam bangunan pondok, meskipun bangunan itu belum jadi sepenuhnya.

Salah satu bangunan Pondok Pesantren Al Mubarok yang sudah selesai sebagian. (ACTNews)

ACTNews, LINGGA – Pulau Medang, Kabupaten Lingga, merupakan salah satu pulau kecil dari 377 gugusan pulau yang terdapat di wilayah administrasi Kepulauan Riau. Jaraknya berada di tengah antara Kabupaten Lingga dan Pulau Batam. Dari 261 penduduk di pulau ini, mayoritas warganya menekuni profesi nelayan.

Di tengah pulau berdiri sebuah pondok pesantren yang tampak belum selesai pembangunannya. Pondok Pesantren Al Mubarok namanya, satu-satunya pondok pesantren yang berdiri di Pulau Medang. Namun, para santrinya masih harus menumpang di rumah warga. Kegiatan belajar mengajar juga terlihat kurang nyaman karena dilakukan di ruang sempit yang dihuni belasan santri mukim.

Senin (22/6) lalu, Pondok Pesantren Al Mubarok sudah mengalami perubahan. Usai menjalani berbulan-bulan proses pembangunan ruang belajar, para santri kini sudah semakin terasa nyaman. Bahkan sejak Ramadan, para santri tak perlu lagi menumpang di rumah warga.

Ustaz Yusuf, salah satu pengurus, menceritakan saat ini Pondok Pesantren Al Mubarok yang diasuhnya itu sudah terasa cukup nyaman. Setidaknya untuk saat ini, mereka memiliki asrama tersendiri untuk para santri.


Ustaz Yusuf sedang menjelaskan mengenai Pondok Pesantren Al Mubarok. (ACTNews)

“Pondok sekarang sudah cukup nyaman untuk kegiatan belajar dan menghafal Alquran, bahkan bisa sambil melihat pemandangan indah, anak-anak juga tidak perlu lagi menginap di rumah warga karena asrama putra dan putrinya sudah bisa ditempati. Ini berkat bantuan teman-teman Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan para dermawan yang telah membantu kami,” cerita Ustaz Yusuf.

Hamparan lautan biru yang terlihat dari lantai atas menambah kekhusyukan belajar para santri. Ruang belajarnya sendiri semakin nyaman, besar harapan Ustad Yusuf untuk membangun dan mengembangkan Pondok Pesantren Al Mubarok. Sebab, banyak pulau di sekitar Pulau Medang yang harus disentuh dengan ilmu-ilmu agama Islam. Mengembangkan pondok pesantren asuhannya, menjadi salah satu cara meluaskan syiar ilmu agama yang ia miliki.


“Banyak pulau di sekitaran yang memerlukan sentuhan ilmu agama. Cita-cita saya agar seluruh imam masjid di pulau-pulau di dekat sini bisa hafal 30 juz Alquran. Juga anak-anaknya bisa fasih dalam mengaji,” tambah Ustaz Yusuf.

Kondisi inilah yang membuat ACT Kepulauan Riau membantu pembangunan Pondok Pesantren Al Mubarok. Pembangunan sendiri telah berlangsung semenjak akhir bulan Februari tahun 2020 ini.

“Ilmu agama menjadi kebutuhan yang sangat penting. Pembangunan Pondok Pesantren Al Mubarok juga harus terus dilanjutkan agar kenyamanan belajar mengajar bisa tercipta dan mampu menghasilkan ahli-ahli agama. Harapan para santri cukup besar agar pondok tempat mereka belajar bisa segera rampung pembangunannya,” ungkap Khairul Hafizh selaku Penanggung Jawab Program ACT Kepulauan Riau. Targetnya pembangunan akan rampung di bulan Agustus atau September mendatang. []