Menilik Persiapan Keberangkatan Kapal Kemanusiaan Palestina

Menilik Persiapan Keberangkatan Kapal Kemanusiaan Palestina

ACTNews, JAKARTA – Kapal Kemanusiaan Palestina (KKP) akan kembali berlayar tahun ini. Awal Maret, sejumlah persiapan terus dilakukan, seperti pengurusan izin dan penyediaan komoditas yang akan dikirim sebagai bantuan pangan. Andy Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan, KKP diikhtiarkan berlayar pada akhir Maret atau pertengahan April, dengan jumlah bantuan yang dibawa mencapai ribuan ton.

“Sejumlah perizinan sudah diurus. Ada tiga item yang akan dikirimkan, yaitu tepung, gula, dan susu bubuk,” kata Faradiba, Rabu (6/3).

Faradiba menjelaskan, saat ini tim tengah memulai perizinan barang-barang agar layak masuk sesuai perizinan negara tujuan. “Tiga bahan ini sudah mendapat persetujuan SNI, namun masih menunggu izin dari Palestina seperti sertifikasi layak konsumsi dan sertifikasi halal. Untuk itu perizinan masih diurus,” terangnya.

Pengiriman ketiga bahan pangan itu disesuaikan dengan konsumsi pokok masyarakat Palestina. “Konsumsi tepung gandum masyarakat Palestina tinggi. Mereka, terutama masyarakat di Timur Tengah, juga banyak mengonsumsi gula. Sedangkan susu untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di sana,” jelas Faradiba.

Pada 2017, Biro Statistik Palestina (PCBS) menunjukkan data pengeluaran konsumsi per bulan rumah tangga di Palestina mencapai 43,6 dinar Yordania untuk roti dan sereal. Pengeluaran itu kedua terbesar setelah biaya untuk membeli daging, yakni 69,2 dinar Yordania. Data tahun 2005 yang dikeluarkan PCBS juga menunjukkan kuantitas masyarakat Palestina dalam mengonsumsi tepung-tepungan. Masyarakat Palestina mengonsumsi lebih dari 100 ribu kilo gram tepung termasuk produk turunannya per bulan. Sementara, konsumsi susu cair lebih dari 10 ribu liter per bulan.

Faradiba juga menjelaskan, bagi ACT pemberangkatan KKP bukan sekedar mengantarkan bantuan pangan, namun juga mengajak sejumlah elemen lain untuk memberikan kontribusi bantuan kemanusiaan, salah satunya petani tebu. “Gula yang akan dikirimkan kami peroleh dari petani tebu di Blora. Dengan kata lain, selain membantu Palestina, kita juga turut memberdayakan petani tebu lokal,” ujarnya. []