Menilik Tren Wakaf di Indonesia pada Tahun 2021

Berbagai instrumen tengah dimaksimalkan untuk perbaikan ekonomi, termasuk wakaf. Tetapi bagaimanakah tren serta potensi wakaf sendiri pada tahun mendatang?

Salah satu sudut Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Indonesia tengah berbenah dari hancurnya ekonomi di tahun 2020 ini. Banyak pihak optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan positif ke depannya. Tiga bulan belakangan pun, selepas resesi, ekonomi Indonesia menunjukkan arah positif dengan perbaikan yang signifikan.

Berbagai ikhtiar dilakukan untuk menggenjot perbaikan ekonomi, termasuk melalui wakaf. Belakangan pemerintah bahkan sedang merancang Gerakan Nasional Wakaf Tunai. Pengembangan Bank Wakaf Mikro oleh pemerintah pun saat ini terus berjalan.

Melihat tren positif dari wakaf saat ini, lalu ke manakah arah wakaf di tahun-tahun selanjutnya khususnya 2021? Hendri Tanjung, Ph.D seorang akademisi di bidang ekonomi syariah menuliskan pandangannya yang berjudul Outlook Perwakafan Indonesia 2021, yang telah disari dari berbagai jurnal dan data.

Menurut Hendri, tren wakaf ke depan berfokus pada pengembangan sistem perwakafan di Indonesia, khususnya dari sisi produk wakaf. “Akan banyak linkage (keterkaitan) yang muncul antara wakaf dengan bank syariah (wakaf uang), wakaf dengan asuransi (wakaf wasiat polis asuransi), wakaf dengan keuangan mikro (koperasi syariah pengelola wakaf uang), wakaf dengan saham (wakaf saham), wakaf dengan sukuk (CWLS) dan linkage antara wakaf dengan lembaga lainnya,” tulis Hendri.


Prediksi Hendri, wakaf uang juga akan mendominasi perwakafan Indonesia nantinya. Dengan berbagai jenisnya terutama Cash Waqf Linked Sukuk Ritel (CWLS Ritel) dan Sukuk Wakaf Ritel (SWR), wakaf uang akan tetap menjadi prioritas untuk dikembangkan.

“Dengan memperbanyak mitra distribusi, serta memperbanyak nazir, diprediksikan SWR akan meningkat banyak. Selain SWR, maka wakaf tunai yang pengelolaannya kerjasama bank syariah dengan manajemen investasi, nampaknya akan menjadi trend baru di 2021. Apalagi Gerakan Nasional Wakaf Uang rencananya akan diluncurkan Presiden pada 18 Desember 2020.  Yang tidak kalah pentingnya adalah dengan merger-nya bank-bank syariah besar di tahun 2021, maka prediksi wakaf uang diperkirakan akan semakin besar,” demikian analisis Hendri.

Pengembangan ini didukung juga dengan potensi wakaf di Indonesia yang memang sudah besar dari sananya. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Tarmizi Tohor dalam diskusi virtual ISEF "Cross Border Waqf on New Normal Era", mengutip Badan Wakaf Indonesia bahwa potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun per tahunnya. Karena potensinya yang besar, pengelolaan wakaf ini perlu ada standardisasi pengelolaan wakaf secara nasional maupun internasional.


Tarmizi juga mengungkap pada Jumat (30/10) itu, Indonesia memiliki nazir wakaf terbanyak di dunia. Tercatat ada ribuan nazir perorangan dan 248 nazir wakaf uang. Adapun nazir adalah pihak yang menerima harta maupun benda dari wakif (pemberi wakaf) untuk dikembangkan dan dikelola sesuai peruntukannya. Jika dirinci, terdapat 66 persen nazir perorangan, 16 persen nazir organisasi, dan 80 persen nazir berbadan hukum.

Potensi ini juga yang sedang dimaksimalkan oleh Global Wakaf – ACT. Dengan dana wakaf masyarakat misalnya, Global Wakaf – ACT membantu para pengusaha kecil yang terdampak pandemi lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro. Bantuan tersebutlah yang kemudian menopang para pengusaha mikro dapat kembali menjalankan usahanya.

“Ternyata dalam perjalanan 3 bulan ini, sudah hampir 10.000 orang kita berikan modal dari wakaf tunai yang mengalir ke Global Wakaf – ACT. Pada saat bank tidak memberikan pembiayaan, pada saat rentenir siap menyergap umat ini. Jadi kita tidak ingin wakaf hanya menjadi narasi yang hebat dikatakan,” jelas Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT dalam gelaran Waqf Business Forum pada Ahad (22/11).

Potensi perkembangan tersebut dapat dari umat Islam yang banyak yang menguasai UMKM saat ini. Di antara banyak bangkitnya umat di bidang ekonomi, ada juga yang sudah berjihad melalui hartanya untuk berwakaf. “Alhamdulillah saat ini sudah hampir 1.000 perusahaan turut ikut dalam Global Wakaf, untuk mewakafkan sebagian sahamnya untuk kepentingan umat,” ujar Ahyudin. []