Meniru Zaman Keemasan Islam Lewat Wakaf Tunai

Wakaf uang berkembang luas pada Dinasti Abbasiyah. Kemudian hasil dari wakaf masyarakat digunakan untuk menyejahterakan orang-orang prasejahtera serta membangun peradaban dinasti tersebut.

Meniru Zaman Keemasan Islam Lewat Wakaf Tunai' photo
Global Wakaf selaku lembaga nazir wakaf, mengimplementasikan wakaf tunai salah satunya melalui program Lumbung Ternak Wakaf (LTW).

ACTNews, JAKARTA - Dinasti Abbasiyah (750 -1258 M) dikenal sebagai masa keemasan umat Islam. Maju dan berkembangnya umat Islam di berbagai bidang pada saat itu masih sering dikenang. Tentu tidak hanya satu atau dua faktor yang menjadikan dinasti tersebut sebagai puncak kejayaan umat Islam. Namun, satu kebiasaan mereka dalam kehidupan sosial bisa dicontoh: berwakaf uang.

Wakaf uang atau wakaf tunai berkembang luas pada masa Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah serta beberapa dinasti sesudahnya. Syafrudin Arif dalam Jurnal Ekonomi Islam, La-Riba, menceritakan banyak orang berduyun-duyun untuk melaksanakan wakaf pada zaman itu.

Wakaf yang mereka berikan pada saat itu tidak hanya untuk orang-orang fakir dan miskin saja. Wakaf juga menjadi modal untuk membangun lembaga pendidikan, membangun perpustakaan dan membayar gaji para staf, para guru, dan beasiswa untuk para siswa dan mahasiswa. Antusiasme masyarakat kepada pelaksanaan wakaf telah menarik perhatian negara untuk mengatur pengelolaan wakaf sebagai sektor untuk membangun solidaritas sosial dan ekonomi masyarakat.

Zaman sekarang, kita kerap kali mendengar umat Islam adalah mayoritas di Indonesia. Berdasarkan dari Katadata, jumlah umat Muslim diperkirakan mencapai 209,12 juta atau setara 87,17% dari total penduduk yang mencapai 239,89 juta jiwa. Bahkan pada 2020 mendatang, penduduk muslim Indonesia diprediksi akan bertambah menjadi 263,92 juta jiwa.

Jika kurang lebih setengah dari populasi umat Islam di Indonesia, yakni 100 juta jiwa, berwakaf uang atau tunai minimal Rp 10.000 saja, maka akan didapatkan angka yang sangat besar. Dengan jumlah angka tersebut, dapat digunakan untuk bermacam-macam pemberdayaan untuk masyarakat.


Pengolahan pupuk organik yang berasal dari Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Tasikmalaya. (ACTNews/Reza Mardhani)

Global Wakaf hadir untuk menampung dan mengelola kedermawanan itu. Global Wakaf berkhidmat pada wakaf tunai untuk kemanusiaan dan menjadi pilihan untuk menjawab – bahkan mengatasi berbagai krisis kemanusiaan.  Global Wakaf yang berintegrasi dengan ACT, menyiapkan program-program berpayung isu kemanusiaan, langkah strategis yang dipilih dengan sadar karena Global Wakaf ingin memberi dampak signifikan.

“Uang tunai yang telah diwakafkan melalui Global Wakaf akan kita implementasikan ke program-program wakaf yang telah kita kelola. Seperti misalnya Lumbung Ternak Wakaf (LTW). Dana tunai dibelikan hewan bakalan dan diternakkan. Hasilnya dalam kurun waktu tertentu dipanen dan dimanfaatkan. Sedangkan pokoknya (ternaknya) dijaga kelestariannya sampai masa tertentu,” ujar Pungki Martha Kusuma selaku Operation Manager Global Wakaf, Kamis (14/11).

Selain itu, Global Wakaf juga memiliki program Lumbung Pangan Wakaf (LPW) yang bergerak di bidang pangan, Ritel Wakaf, Warung Wakaf, Sumur Wakaf dan Wakaf Saham. Nantinya jika memutuskan untuk berwakaf, uang yang telah diwakafkan akan diproduktifkan di salah satu program yang ada. Keuntungannya adalah dana wakaf akan lebih tepat sasaran ketika diimplementasikan karena berbentuk uang.

“Kalau wakaf tunai itu akadnya adalah wakif menyerahkan dana tunai untuk diamanahkan kepada nazir. Peruntukannya nanti akan sesuai kebijakan dari nazir akan diimplementasikan ke mana. Dengan begitu, dana wakaf akan dikelola dan maslahat dari hasil pengelolaannya langsung dirasakan mauquf alaih yang lebih tepat sasaran,” kata Pungki.

Selain itu, wakaf tunai lewat Global Wakaf hanya dimulai dari Rp 10.000 rupiah saja, jadi akan lebih ringan bagi wakif dalam menyalurkan dana wakafnya. Pungki berharap dengan mudahnya berwakaf ini, masyarakat dapat menjadikan wakaf sebagai gaya hidup sehingga dapat menjadi sebuah gerakan masif.

“Di Global Wakaf, kami percaya bahwa semua umat Islam bisa berwakaf dan menjadikan harta mereka bermanfaat untuk masyarakat luas. Kami yakin, filantropi terbaik dalam Islam ini bisa ditunaikan oleh dan untuk umat secara masif. Wakaf akan menjadi gerakan, bahkan gaya hidup. Insyaallah,” ujar Pungki. []

Bagikan