Menjadi Relawan: Antara Harapan dan Tantangan

Seorang relawan membawa harapan di tengah masyarakat dengan aksi-aksi kebaikannya. Tetapi ternyata, itu semua tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi untuk bisa tetap istikamah.

act jakarta utara
Relawan MRI mendistribusikan makanan siap santap ke salah satu pengungsian warga terdampak gempa di Mamuju. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA UTARA – Menjadi seorang relawan tidak serta-merta akan menghadapi jalan yang mudah dan baik-baik saja dalam prosesnya. Berbagai tantangan bakal dihadapi. Tetapi, di sanalah ada bumbu-bumbu perjalanan agar seluruh harapan yang diraih bisa menjadi keberkahan.

Hal itu lah setidaknya yang disampaikan oleh Reno Faturrahman relawan Masyarakat Relawan Indonesia Jakarta Utara saat mengisi acara Yuk Ngopi Bro! di Kantor ACT Jakarta Utara, Ahad (19/9/2021). Di pertemuan rutin kali ini membahas relawan yang berdiri di antara harapan dan tantangan.

“Dengan mengamalkan perintah Allah dengan istikamah, insyaallah akan mendapatkan bimbingan dengan baik. Jangan pernah bosan menjadi orang baik, walau menjadi baik bakal banyak ujiannya,” kata Reno yang juga lulusan Pesantren Gontor ini.

Menjadi relawan, tambah Reno, sebenarnya tak ada yang diharapkan, kecuali mendapatkan keberkahan dari Allah. Hal ini diwujudkan dengan berbagai aksi kemanusiaan membantu sesama. Relawan juga harus bisa membaca, membaca situasi hingga personal seseorang, dengan cara itu, relawan bakal bijaksana dalam mengambil keputusan.

Sementara itu, Head of Volunteer ACT Jakarta Utara Harun Ar Rosyid mengatakan, kajian kerelawanan yang rutin digelar ini diharapkan mampu memperkuat jiwa kerelawanan anggota MRI. Selain itu, membangun semangat juga ingin diwujudkan.

“Ujung tombak aksi-aksi kebaikan di tengah masyarakat berasal dari relawan. Mereka merupakan sosok-sosok tangguh yang siap membantu sesama,” ungkap Harun.

Kajian kerelawanan yang diadakan oleh MRI Jakut ini dihadiri oleh masing-masing relawan yang tinggal di setiap Kecamatan Jakarta Utara. Sebanyak 31 kelurahan di enam kecamatan di Jakarta Utara sudah memiliki relawan yang terdaftar sebagai anggota MRI.[]