Menjaga Generasi Murabithun

Penduduk Al Quds dari generasi ke generasi secara terus menjaga Masjid Al Aqsa. Walaupun Israel berusaha menghancurkan segala lini kehidupan masyarakat Palestina, para murabithun tidak pernah menyerah.

Menjaga Generasi Murabithun' photo
Berkat kebaikan para dermawan, Aksi Cepat Tanggap dapat menyediakan iftar bergizi bagi masyarakat Palestina di Yerusalem pada Ramadan 2019 lalu. (ACTNews)

ACTNews, YERUSALEM – Perempuan dan anak-anak menjadi bagian yang penting dari kelangsungan generasi Palestina, termasuk berperan menjaga Al Aqsa. Mereka yang tinggal di Yerusalem membuat gerakan penjagaan atas Masjid Al Aqsa, atau dikenal dengan sebutan murabithun.

Isyraq Yahya Awadh Dayat seorang perempuan Palestina yang bergabung dalam Komunitas Kita Semua Maryam mengatakan, murabithun sejatinya bermakna semua kalangan di kota Al Quds, baik laki-laki dewasa, perempuan dewasa, maupun anak-anak yang menjaga Al Aqsa. Keberadaan para murabithun kini dianggap ancaman oleh pihak Israel. Para tentara zionis itu tidak sungkan melakukan kekerasan terhadap warga Al Quds, terutama perempuan dan anak-anak.

“Kelompok murabithun mengadakan kajian ilmu bagi anak-anak dan remaja. Hal itu dilakukan untuk menambah wawasan dan kecintaan terhadap Masjid Al Aqsa. Zionis ingin menghentikan kegiatan ini,” cerita Isyraq kepada ACTNews, Kamis (20/2). Bukannya menyusut, semakin dilarang, para murabithun semakin semangat untuk melaksanakan kegiatan tersebut demi mempertahankan Masjid Al Aqsa dan generasi penerus mereka.

Isyraq mengatakan, Masjid Al Aqsa sejak dulu merupakan tempat untuk mencetak ulama, sumber pendidikan, dan para ilmuwan. Realita itu menjadikan Israel dengan berbagi cara ingin menghentikan kegiatan di Masjid Al Aqsa.

“Israel membangun tembok-tembok yang sangat tinggi dan panjang untuk menghancurkan semua lini. Dinding-dinding tadi menghambat semua akses dari dan menuju Kota Suci Al Quds,” jelas Isyraq.

Kehidupan warga Palestina di Al Quds pun menjadi salah satu perhatian Aksi Cepat Tanggap. Melalui program-program kemanusiaan, ACT mengajak para dermawan mendukung kehidupan warga Palestina.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan, ACT terus memberikan dukungan untuk kehidupan bangsa Palestina di Yerusalem, salah satunya melalui paket pangan dan Dapur Umum Indonesia untuk murabithun. “Seperti musim dingin ini, kami menyediakan ratusan paket pangan  untuk para murabithun,” terang Faradiba. Suhu musim dingin Yerusalem memang berkutat di angka 11-13 derajat Celsius di siang hari. Kondisi ini cukup membuat tubuh menggigil dan lebih banyak membutuhkan nutrisi. []


Bagikan