Menjaga Kesediaan Pangan Para Penerus Dakwah di Balikpapan

Melihat kondisi sebagian pesantren di pelosok Balikpapan, yang kerap kehabisan stok beras untuk para santri, ACT Kalimantan Timur berinisiatif membantu kehidupan pesantren. Pertengahan Desember lalu, dua ton beras didistribusikan.

Sejumlah santri di Kalimantan Timur menerima bantuan beras dari Aksi Cepat Tanggap. (ACTNews/Arifka Nanda Adlina)

ACTNews, BALIKPAPAN Lebih dari 600 santri dari 12 pesantren di Balikpapan telah merasakan bantuan beras dari kebaikan dermawan Indonesia. Belasan pesantren tersebut antara lain Pesantren Tahfiz Istiqlal, Tahfiz Mafatihul 'Ulum, Taajul Waqoor, Tahfizh Al-Mukhlisin, Mardhatillah, Kulliyatul Muballighin, Tarbiyatul Ummah, Al-Izzah, Nurul Fikri Global, Tahfidz Dhiya’ul Arasy, Insan Mulia, dan Imam Nawawi.

Lokasi sejumlah pesantren tersebut terletak cukup jauh dari hiruk pikuk pusat kota. Akses menuju lokasinya pun sulit. Fasilitas sebagian pondok lainnya pun terbilang masih kurang memadai atau bahkan tak layak. Sebab itu, pesantren-pesantren tersebut sering kekurangan beras untuk para santri. 

“Ini merupakan program serentak yang ACT implementasikan di seluruh kantor cabang. Berawal dari Hari Santri Nasional, melihat ternyata masih begitu banyak kondisi pondok yang jauh dari layak, kami berikhtiar untuk membantu ketahanan pangan para santri,” jelas Muhammad Iqbal dari Tim Program ACT Kaltim. Iqbal berharap, bantuan ini dapat menambah semangat santri dalam menimba ilmu dan meneruskan perjuangan dakwah.

Senyum dan antusias para santri menyambut kedatangan tim. Mereka pun membantu tim mengangkat beras. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada seluruh donatur dan kakak-kakak ACT, jazakumullah khaiir. Semoga Allah Subhaanahuu wata’aala memberikan kelapangan rezeki,” ungkap Muhammad Syawwal, santri hafiz 11 juz Pondok Pesantren Imam Nawawi KM 10 Balikpapan.[]