Menjajal Pinjaman Berbunga Bukan Pilihan bagi Sobari dan Sarmini

Sobari dan Sarmini sehari-harinya berjualan bubur di depan rumah mereka yang dekat dengan sekolah. Namun semenjak sekolah sepi, penghasilan mereka menurun dan modal juga habis untuk kebutuhan sehari-hari. Sempat terpikir untuk meminjam dari bank keliling, namun bunga yang harus dibayar membuat mereka enggan.

Menjajal Pinjaman Berbunga Bukan Pilihan bagi Sobari dan Sarmini' photo
Sarmini di lapak depan rumahnya. Tidak hanya berjualan bubur, Sobari dan Sarmini juga menjual minuman instan bagi para pelanggannya. (ACTNews)

ACTNews, KARAWANG – Sebelum subuh, Sobari beserta istrinya Sarmini sudah memulai aktvitasnya memasak bubur ayam. Maklum, bubur ayam merupakan sarapan bagi masyarakat, sehingga pagi-pagi sekali mesti siap tersaji di depan rumah mereka di Desa Sindang Mukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang.

Tempat berjualan mereka sebenarnya dekat salah satu sekolah di Desa Sindang Mukti. Dengan tambahan Sarmini berjualan minuman instan di dekat sekolah itu, mereka bisa mendapatkan penghasilan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per harinya. Tetapi semenjak sekolah diliburkan akibat pandemi, penghasilan mereka ikut terdampak. Penghasilan yang menurun dan kebutuhan yang tetap harus terpenuhi, terkadang terpaksa modal pun dijadikan sebagai kebutuhan harian.

Saking mendesaknya modal, mereka sempat terpikir ingin meminjam ke rentenir atau bank emok. Tetapi dorongan itu kalah dengan rasa malu mereka jika harus menanggung bunga. Terutama kepada anak mereka yang kini merupakan seorang guru honorer di sekolah dasar. “Cukup bertahan apa adanya jauh lebih baik, insyaallah,” tutur Sobari pada Ahad (19/10) lalu.


Sobari dan Sarmini ketika melakukan akad penerimaan Wakaf Modal Usaha Mikro. (ACTNews)

Keresahan itu terjawab ketika Global Wakaf – ACT berkunjung ke rumah Sobari dan Sarmini. Lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro, mereka tak perlu lagi bingung perkara penyaluran modal tanpa bunga.

“Beliau mengaku bersyukur bisa kembali ada modal usaha, bisa membeli bahan dagangan, dan tak harus meminjam dengan biaya yang tinggi, sehingga hasil mencari nafkahnya bisa lebih dari besar dan kelebihannya bisa buat menabung,” ungkap Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT.


Amanah tersebut akan dibayarkan Sobari dan Sarmini selama 10 bulan ke depan. Selain Sobari dan Sarmini, ada 17 pedagang lainnya yang menerima bantuan permodalan di Desa Sindang pada Sabtu dan Ahad (20/10) esoknya. Wahyu berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk para pelaku usaha ultramikro di sana.

“Kami juga berharap dukungan para dermawan melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro ini. Semoga akan lebih banyak lagi para penerima manfaat yang dapat kita bantu baik di Desa Sindang maupun wilayah-wilayah lainnya di Indonesia, terutama di masa-masa sulit ini,” ajak Wahyu. []