Menjangkau Deli Serdang, BERISI Sapa Santri Sabilul Hafizin

Tidak sedikit santri yang harus belajar dalam keterbatasan ekonomi dan keterbatasan pangan. Melalui Beras untuk Santri Indonesia, Aksi Cepat Tanggap dan dermawan terus memberikan dukungan kepada para santri yang dipercaya sebagai penerus para ulama.

Menjangkau Deli Serdang, BERISI Sapa Santri Sabilul Hafizin' photo
Santri Sabilul Hafizin menerima bantuan beras dari dermawan Aksi Cepat Tanggap. Pesantren Sabilul Hafizin merupakan salah satu pesantren yang menerima manfaat program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) dari ratusan pesantren lain yang tersebar di seluruh Indonesia. (ACTNews/Ilham Moehammad)

ACTNews, DELI SERDANG – Butuh waktu 1,5 jam untuk tiba di Pesantren Sabilul Hafizin dari Kota Medan. Pesantren yang mendidik 58 santri itu terletak di Desa Lama, Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatra Utara. Tim Aksi Cepat Tanggap Sumatra Utara berkunjung dalam rangka menyampaikan amanah dermawan berupa bantuan beras untuk santri, Jumat (20/12) lalu.

Mobil bak terbuka yang dikendarai tim berhenti tepat di muka pesantren. Pihak pesantren yang sebelumnya sudah dihubungi tim bergegas menyambut. Para santri laki-laki pun lekas membantu menurunkan 250 kilogram beras yang dibawa tim.

Ustaz Arsyad, salah satu pengajar di Pesantren Sabilul Hafizin, turut menyambut tim ACT. “Terima kasih kepada ACT yang telah membantu meringankan beban kami. Dana yang seharusnya untuk membeli beras bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain,” kata Arsyad.

Pesantren Sabilul Hafidzin didirikan pada 2006, berlokasi di Medan Johor, Kota Medan. Dahulu, pesantren ini hanya sebuah madrasah kecil yang mengajarkan hafalan Alquran bagi belasan santrinya.

“Animo masyarakat yang cukup besar dan peminat hafiz Alquran cukup banyak. Alhamdulillah, tahun 2015 pesantren kami tetapkan berada di Desa Lama, Hamparan Perak, Deli Serdang,” lanjut Arsyad.

Kini, hampir enam puluh santri dididik di pesantren tersebut dengan sistem pengajaran santri dan santriwati terpisah. Walaupun begitu, kondisi bangunan pesantren masih belum permanen. Dana yang belum cukup untuk membangun pesantren membuat sejumlah bangunan belum terselesaikan.

Saat ini Sabilul Hafizin menempatkan santri dan santriwati di rumah yang diwakaf-pakaikan oleh salah seorang warga Desa Lama. Sejauh ini santri dan ustaz juga menggunakan masjid desa untuk kegiatan belajar mengajar.[]


Bagikan