Menjelang Ramadan, Sufiana Harap Tingkatkan Kapasitas Produksi Gorengan

Sejak pandemi Covid-19 melanda, pembeli gorengan Sufiana menurun 80 persen. Modal yang Sufiana gunakan lama-lama habis untuk keperluan hidup.

Sufiana sedang menggoreng pisang.
Akibat penghasilan berkurang selama pandemi,, modal usaha gorengan Sufiana habis untuk keperluan sehari-hari. (ACTNews)

ACTNews, LHOKSEUMAWE Banyak orang mengonsumsi gorengan untuk takjil. Tak heran jika menjelang waktu berbuka puasa Ramadan, penjual gorengan mudah ditemui di pinggir jalan. Peluang ini pun dilirik Sufiana, penjual gorengan di Desa Uteun Kot,  Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, pembeli gorengan Sufiana menurun 80 persen. Modal yang Sufiana gunakan lama-lama habis untuk keperluan hidup. Memasuki masa kenormalan baru, jumlah pelanggan memang mulai meningkat. Namun, Sufiana kesulitan meningkatkan jumlah produksi akibat modal yang tersisa sangat sedikit.

“Jalanan sudah mulai ramai, orang banyak yang beli. Namun, saya hanya bikin sedikit, sebab hanya ada modal sedikit. Padahal sedikit lagi bulan puasa,” keluh ibu tiga anak ini, saat ditemui ACT beberapa waktu lalu. Ia tidak berani meminjam ke bank karena pernah mengalami hal buruk. Sufiana berharap ada dermawan yang membantunya.

Sufiana adalah satu dari ribuan pemilik usaha mikro yang terdampak pandemi Covid-19. Saatnya membantu pejuang usaha untuk kembali bangkit, Global Wakaf ACT melalui Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia berikhtiar untuk membuat pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia termasuk para pengusaha mikro di Lhokseumawe, Aceh.[]