Menjembatani Semangat Belajar Al-Qur’an Tunanetra di Palembang Lewat Wakaf Al-Qur’an Braille Digital

Global Wakaf-ACT Sumatra Selatan mendistribusikan ribuan Al-Qur'an braille digital yang merupakan amanah wakaf para dermawan, kepada sahabat tunanetra di Yayasan Netra Mandiri, Kota Palembang. Mushaf wakaf ini diharapkan dapat mendukung semangat sahabat tunanetra dalam mempelajari Al-Qur'an.

bantuan al-qur'an braille
Serah terima Al-Qur'an braille wakaf kepada perwakilan sahabat tunanetra di Yayasan Netra Mandiri. (ACTNews)

ACTNews, PALEMBANG – Lantunan ayat suci Al-Qur’an nyaring terdengar dari sahabat tunanetra yang ada di Yayasan Netra Mandiri. Mereka membaca sembari mengusap setiap huruf-huruf timbul yang ada di mushaf. Al-Qur’an braille ini memang dibuat khusus untuk mempermudah mereka mengetahui bacaan dari setiap lembar Al-Qur’an.

“Mereka di sini belajar mengaji sejak dari pengenalan huruf Arab, Iqro, hingga bacaan di Al-Qur’an. Semua dibimbing dengan sabar di sini, meski tentu ada perbedaan di cara bacanya yang harus menggunakan teknik meraba atau taktil. Kami hanya berharap semoga Allah rida dengan niat kami,” kata Anton salah satu pengurus di Yayasan Netra Mandiri.


Yayasan Netra Mandiri yang menaungi puluhan tunanetra di kota Palembang ini, rutin mengadakan pengajian setiap hari. Berdiri sejak dua tahun silam, yayasan ini berfokus untuk membina para tunanetra dari Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sudah menyelesaikan pendidikan, dan tunanetra yang berkeinginan belajar mengaji.

Berangkat dari semangat itu, ACT Sumatra Selatan mendistribusikan Al-Qur’an braille digital kepada para penyandang tunanetra, untuk memudahkan kegiatan belajar mengaji mereka. Puluhan Al-Qur’an braille didistribusikan pada Kamis (21/10/2021) lalu.

“Alhamdulillah, semangat berderma sahabat donatur melalui ACT kali ini ditujukan untuk mendukung perjuangan sahabat tunanetra untuk mempelajari kitab Al-Qur’an. Kami berharap amanah Sahabat Wakif dapat menambah semangat saudara-saudara kita di sini, karena inilah tugas kita sesama muslim, yakni menjaga peradaban Islam,” kata Aris sebagai Koordinator Program ACT Sumatra Selatan. []