Menopang Sistem Kesehatan Masyarakat Gaza Saat Pandemi

Ambulans dan pelayanan kesehatan gratis terus dilakukan relawan medis dan mitra Aksi Cepat Tanggap di Gaza. Upaya ini merupakan salah satu ikhtiar Sahabat Dermawan mendampingi perjuangan rakyat Palestina, terutama di masa pandemi.

Menopang Sistem Kesehatan Masyarakat Gaza Saat Pandemi' photo
Relawan medis Aksi Cepat Tanggap tetap memberikan pelayanan medis gratis bagi masyarakat Gaza dari rumah ke rumah di masa pandemi Covid-19. Otoritas Gaza sejauh ini belum mengizinkan fasilitas kesehatan yang tidak menangani langsung pasien Covid-19 beroperasi untuk meminimalisir penularan. (ACTNews)

ACTNews, GAZA –  Ambulans dan tim medis Aksi Cepat Tanggap berkeliling selama satu bulan penuh untuk melayani masyarakat Gaza yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan. Tim menyusuri wilayah Jabalia, salah satu pengungsian internal terpadat, lalu Beit Hanoun, Beit Lahia, Desa Om Al Naser, dan Shyiekh Radwan. Lebih dari 3.700 jiwa mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis selama waktu operasi Ambulans Dermawan dan tim medis ACT.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response - ACT melaporkan, dari data yang diperoleh tim medis, pasien yang ditangani antara lain mengalami penyakit diabetes, cedera, lumpuh, gagal ginjal, hernia, hingga perawatan luka pascaoperasi. Pasien yang dilayani paling banyak berusia 45-50 tahun dengan presentase pasien laki-laki lebih banyak.

“Tim memberikan pelayanan kepada kepada masyarakat Gaza dengan mengunjungi rumah mereka satu persatu. Upaya ini merupakan salah satu ikhtiar Sahabat Dermawan mendampingi perjuangan rakyat Palestina, terutama di masa pandemi,” kata Said, Kamis (15/10) Sejak pemberlakuan karantina wilayah, otoritas Gaza belum mengizinkan fasilitas kesehatan nonpenanganan Covid-19 beroperasi. Untuk itu, ACT berikhtiar tetap mendampingi masyarakat Gaza yang membutuhkan bantuan medis dengan memenuhi protokol kesehatan.

Berdasarkan laporan kantor berita Palestina WAFA, per Kamis (15/10) tidak ada kematian tercatat karena Covid-19 di Gaza selama 24 jam terakhir. Berbanding dengan di Tepi Barat yang jumlah kematian pasien Covid-19 bertambah delapan orang. Selama 24 jam terakhir pula 361 kasus Covid-19 baru tercatat dan 201 pasien dinyatakan pulih. Jumlah kasus di Palestina per 15 Oktober lebih dari 55 ribu kasus.[]

Bagikan

Terpopuler