Menopang Usaha Warung Nasi Campur Bu Nur

Bu Nur masih berjualan di depan Hotel Grand Legi Mataram, meskipun tahu bahwa hotel tersebut tutup dan berdampak pada penurunan pendapatannya. Tetapi bagaimanapun dagangan harus tetap berjalan, bahkan jalan utang pun sempat ditempuh Bu Nur.

Menopang Usaha Warung Nasi Campur Bu Nur' photo
Bu Nur sedang membuatkan nasi campur untuk salah satu pelanggannya. (ACTNews)

ACTNews, MATARAM – Dampak dari Covid-19 sangat dirasakan oleh Nur Minah, di mana hasil penjualan dari dagangannya merosot. Wanita paruh baya yang akrab disapa Bu Nur ini menjadi tulang punggung bagi keluarganya, sebab suaminya sekarang sudah tidak bekerja lagi. Suami Bu Nur bekerja sebagai buruh proyek, tetapi sejak Covid-19 melanda banyak pekerja yang dirumahkan, termasuk suaminya yang tak berpenghasilan lagi. 

Bertempat di jalan Sriwijaya Tepatnya di depan Hotel Grand Legi Mataram, Bi Nur menjual nasi campur yang yang menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya. Karena hotel yang tutup selama pandemi, taksi tak mangkal lagi di depan hotel dan ini berimbas ke warung Bu Nur yang sepi.

“Kadang sehari hanya bawa pulang Rp50 ribu bahkan kurang, jadi untuk modal berjualan kembali saya harus ngutang dulu ke warung lain. Kadang enggak enak kalau terlalu sering ngutang bahan jualan,” cerita Bu Nur sambil menyeka air matanya pada Sabtu (19/9) lalu.

Padahal masih ada tiga orang anak yang harus ditanggung, bahkan si bungsu saat ini masih duduk di bangku sekolah. Anaknya yang pertama saat ini sedang mencari pekerjaan namun belum mendapat panggilan. Sehingga untuk sementara waktu, ia masih harus menjadi tumpuan keluarga.


Rezeki tiba kepada Bu Nur di saat sulit ini. Lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro, Global Wakaf – ACT menyalurkan bantuan modal usaha kepada Bu Nur demi mengembangkan usahanya. “Alhamdulillah ada bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro jadi saya bisa memodali usaha saya,” syukurnya pada hari itu.

Sebelumnya Bu Nur juga menerima bantuan modal usaha dalam program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI), tapi karena dampak pandemi yang berkepanjangan modal itu pun habis. Beliau berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan semuanya kembali normal. 

M. Romi Saefuddin selaku Kepala Program Global Wakaf - ACT NTB mengatakan Wakaf Modal Usaha Mikro bertujuan untuk memberdayakan kembali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terpukul pandemi. “Per hari ini sudah sekitar 35 penerima manfaat yang kita tunjang untuk pemberdayaan. Harapannya program ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa ekonominya akibat Covid-19 ini. Tentunya kita juga mengharapkan program ini bisa berjalan dengan baik dan semakin meluas. Oleh karena itu kami memohon kepada semua para dermawan sekalian untuk berkenan terlibat dalam aksi ini,” ujar Romi. []


Bagikan

Terpopuler