Menteri Sosial: “Banyak ‘PR’ yang Harus Diselesaikan Pasca-Banjir Bandang Aceh Tenggara”

Menteri Sosial: “Banyak ‘PR’ yang Harus Diselesaikan Pasca-Banjir Bandang Aceh Tenggara”

ACTNews, ACEH TENGGARA –  Lantunan shalawat yang dikumandangkan para korban banjir bandang di Aceh Tenggara menggema di Posko Dinas Sosial, di Desa Kute Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Utara. Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa memandu shalawat tersebut, saat mengunjungi para korban banjir bandang, Sabtu (16/4).

Ratusan korban banjir bandang ‘menyemuti’ rombongan Khofifah beserta jajarannya dari Departemen Sosial, yang didampingi Wakil Bupati Aceh Tenggara, Kapolres Aceh Tenggara, Dandim, Ketua MPU, Ketua DPRK Aceh Tenggara, beserta rombongan yang lainnya.        

Alhamdulillah, dalam momen ini kita bisa bersilaturahim, meskipun suasananya tidak menyenangkan, karena ada rumahnya yang hancur, keluarganya meninggal dunia karena musibah banjir bandang. Mudah-mudahan bapak-bapak dan ibu-ibu dan semuanya  sabar dan kuat menghadapinya. Saya berharap kesabaran dan kekuatan Ibu Bapak sekalian ini, akan dibalas Allah dengan limpahan rezeki dan limpahan keberkahan,”tuturnya, menyemangati korban banjir bandang.  

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah memberikan bantuan bagi korban longsor dan banjir bandang di Aceh Tenggara. Bantuan berupa paket sandang, pangan, selimut, genset, dan matras.

Setelah melihat langsung dampak bencana, Khofifah menuturkan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama pembersihan sisa banjir bandang. Karenanya, ia akan meminta bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memfasilitasi eskavator berukuran besar untuk membantu menyingkirkan material berupa batu dan batang pohon.

Selain melibatkan aparat pemerintah terkait, Khofifah berharap lembaga non pemerintah termasuk Lembaga Kemanusiaan ACT bisa terus bersinergi membantu korban banjir bandang.    

Sementara itu, hingga hari ini Tim Tanggap Bencana-ACT yang terdiri dari para relawan MRI Aceh dan MRI Sumatera Utara, masih terus berjibaku membersihkan bangunan fasilitas umum, tempat ibadah dan rumah warga, pasca-banjir bandang.            

“Kami bersama elemen lainnya, terus bekerja membersihkan lumpur tebal, tumpukan batu-batu besar dan batang pohon yang tumbang bersama TNI, Polri, BPBD, Tagana dan elemen masyarakat,”ujar Rizky Johansyah Tim Tanggap Bencana ACT.          

Aceh Tenggara merupakan salah satu Kabupaten dari 23 Kabupaten di Provinsi Aceh yang berada di wilayah Aceh pedalaman. Secara geografis Provinsi Aceh terdiri dua zona, yaitu:  zona Aceh pedalaman dan zona Aceh pesisir. Aceh Tenggara adalah zona Aceh pedalaman, yang sebagian besar wilayahnya adalah pertanian.

Daerah ini berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Hingga jarak Aceh Tengggra dengan Kota Medan sebagai Ibukota Sumatera Utara lebih dekat berjarak sekitar 250 KM, dibanding menuju Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh dengan jarak 900 KM.

“Karena Aceh Tenggara berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, maka daerah kami ini mempunyai keunikan tersendiri dibanding daerah Aceh lainnya yang lebih homogen. Di daerah kami peduduknya sangat heterogen dengan beragam etnis (suku bangsa-red). Daerah kami ini merupakan miniatur Indonesia yang ada di Aceh. Ada 11 suku yang terdapat di daerah kami, diantaranya: suku Alas, suku Tapanuli, suku  Gayo, suku  Singkil, suku Jawa, suku Minang, dan suku lainnya,” jelas Wakil Bupati Aceh Tenggara, H. Ali Basrah, SPd, MM, saat memberikan sambutannnya. Ia menambahkan dari 220 ribu masyarakat Aceh Tenggara, 73 persen adalah muslim dan 27 persen adalah non muslim.

Ahmad Rifai, Komandan Tim Tanggap Bencana-ACT mengungkapkan Timnya kini tengah mempersiapkan distribusi bantuan personal hygine dan peralatan rumah tangga.

Bantuan ini segera didistribusikan untuk membantu meringankan warga dalam proses membersihkan rumahnya pasca-banjir bandang, yang penuh dengan lumpur tebal, bongkahan batu-batuan besar dan balok kayu sisa banjir bandang.

Sedangkan bantuan alat rumah tangga, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga korban banjir bandang, dimana mayoritas korban banjir bandang seluruh harta yang berada di rumahnya termasuk peralatan rumah tangganya, hanyut terbawa arus banjir. Meskipun ada sebagian warga korban banjir yang harta bendanya tidak hanyut, namun harta di dalam rumahnya termasuk barang peralatan rumah tangganya tersebut, sudah mengalami kerusakan dipenuhi lumpur tebal, batu-batuan besar dan batang pohon akibat hantaman banjir bandang.

“Semoga bantuan dari kami nantinya bisa meringankan beban hidup para korban banjir bandang,” pungkas Rifai.[]    

 

------------------------------

Salurkan bantuan natura anda untuk korban banjir bandang di Aceh Tenggara, melalui Posko Bencana Banjir Bandang ACT di:

Jl. Medan - Kutacane, Desa Perjuang Lawe 2 Gabungan, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara.

 

Atau anda bisa  mendonasikan dananya untuk korban banjir bandang Aceh Tenggara, melalui:

BNI Syariah 66 0000 6008

BSM 7089786023

MANDIRI 127 000 7721 218

a.n. Aksi Cepat Tanggap/ACT

 

Careline 0651 731 5352

SMS/WA 0852 1000 1226

 

 

Tag

Belum ada tag sama sekali