Menumbuhkan Wakaf, Memberi Manfaat Berkelanjutan

Pengelolaan wakaf secara produktif diyakini dapat menggerakkan sistem ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat luas. Hal ini diungkap dalam helatan Waqf Business Forum bertemakan “Wakaf Pangan Produktif Energi Kedaulatan Umat” pada Ahad (22/11) lalu.

Menumbuhkan Wakaf, Memberi Manfaat Berkelanjutan' photo
Para pembicara sedang berdiskusi dalam helatan Waqf Business Forum: Wakaf Energi Kedaulatan Pangan Umat pada di Malang, Jawa Timur, Ahad (22/11). (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, MALANG – Global Wakaf – ACT kembali menyelenggarakan helatan Waqf Business Forum. Bertemakan “Wakaf Pangan Produktif Energi Kedaulatan Umat”, acara yang diselenggarakan di Kota Malang pada Ahad (22/11) ini dihadiri pula oleh sekitar 130 peserta yang mayoritas merupakan pengusaha.

Acara tersebut membahas bagaimana wakaf menjadi salah satu instrumen penting dalam pembangunan perekonomian umat karena memiliki fungsi sosial yang dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Dengan urgensi yang ada, wakaf sebagai salah satu instrumen filantropi tertinggi dalam Islam dapat mengakomodasi kebutuhan selama pandemi Covid-19, terutama bagi masyarakat prasejahtera dan rentan yang paling terpukul oleh guncangan ekonomi.

Pengelolaan wakaf secara produktif diyakini dapat menggerakkan sistem ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat luas secara berkelanjutan. Keyakinan ini diungkapkan oleh Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT dalam sambutannya.

“Kami mencoba bikin program Wakaf Modal Usaha Mikro. Ternyata dalam perjalanan 3 bulan ini, sudah hampir 10.000 orang kita berikan modal dari wakaf tunai yang mengalir ke Global Wakaf – ACT. Pada saat bank tidak memberikan pembiayaan, pada saat rentenir siap menyergap umat ini. Jadi kita tidak ingin wakaf hanya menjadi narasi yang hebat dikatakan,” jelas Ahyudin pada Ahad (22/11) lalu.

Menurut Ahyudin, umat dalam mengelola wakaf harus memiliki jiwa entrepreneur. Potensi ini dilihat dari umat Islam yang banyak yang menguasai UMKM saat ini. Di antara banyak bangkitnya umat di bidang ekonomi, ada juga yang sudah berjihad melalui hartanya untuk berwakaf. “Alhamdulillah saat ini sudah hampir 1.000 perusahaan turut ikut dalam Global Wakaf, untuk mewakafkan sebagian sahamnya untuk kepentingan umat,” ujarnya.


Ahyudin sedang menjelaskan bagaimana wakaf dapat menjadi solusi bagi permasalahan umat saat ini. (ACTNews/Muhammad Faruq Abdullah)

Sejalan dengan itu juga, Presiden Direktur Global Wakaf Corporation Ghofar Rozak Nazila mengatakan bahwa peran Global Wakaf – ACT juga tidak hanya sebagai nazir yang menerima wakaf. Tetapi bagaimana juga bisa membesarkan wakaf yang telah diamanahkan oleh masyarakat. Dalam hal ini, dia mengambil contoh wakaf perusahaan.

“Poinnya di leverage-nya. Bagaimana perusahaan-perusahaan yang diamanahkan baik itu sebagian, apakah 2%, 5%, 10%, 50%, 100% itu bisa dibesarkan. Karena kalau tidak, itu bisa jadi cerita lama. Cuma tumpukan berkas, tumpukan aset, tumpukan daftar perusahaan wakif. Buat apa? Makanya kita akan membangun gerakan-gerakan,” kata Ghofar.

Ke depannya, Global Wakaf – ACT juga akan dibangun sebagai global brand agar jangkauannya mendunia dan terbuka untuk kolaborasi dengan publik. Selain itu Ghofar juga akan menjadikan sumber modal wakaf menjadi semacam Bursa Wakaf Indonesia sebagaimana Bursa Efek Indonesia. Sehingga Wakaf bisa menjadi pengendali moneter. Dengan dua hal itu, wakaf bisa menjadi gaya hidup, kehidupan menjadi lebih berkah dan inflasi juga akan turun.


“Efek di mana kita melawan kapitalisme dan oligarki, inflasi akan turun karena hak modal pokok tidak diwajibkan untuk berbunga dan naik keuntungan. Setiap uang yang diwakafkan jadi 0 dalam kacamata pertumbuhan added value-nya, atau interest rate-nya, atau bunga-berbunganya. Makanya jika inflasi kehidupan berbangsa kita turun, maka kemiskinan juga akan turun,” Ghofar menjabarkan.

Oleh karenanya, Ghofar mengajak para pebisnis untuk tidak takut berbagi karena Allah. “Rekan-rekan silakan rencana bisnisnya, pertumbuhan dan visinya, dan kalau memang yakin dan kemudian percaya dengan Global Wakaf kita akan diskusi dahulu dan jangan terburu-buru. Tentu, saya senang sekali bisa bergabung dengan rekan-rekan pengusaha di Malang mewujudkan cita-cita kebaikan,” pungkasnya. []