Menunjang Sistem Pendidikan lewat Wakaf

Dengan dana wakaf, pendidikan tak akan lagi terbebani dengan adanya operasional. Sistem pendidikan berbasis wakaf saat ini telah dimulai di Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang merata, terutama untuk kalangan prasejahtera.

Para santri di Sumbar sedang memegang mushaf Alquran yang ACT distribusikan bersama Ruang Baik. Bantuan dari dermawan dapat memudahkan operasional sebuah lembaga pendidikan. (ACTNews/Dana Kurnia)

ACTNews, MALANG – Sistem wakaf bisa diandalkan untuk banyak sektor, termasuk pendidikan. Universitas Al-Azhar Kairo salah satunya yang menjadi contoh di mana wakaf dapat memberdayakan pendidikan. Kampus yang berdiri pada 970 M itu mampu memberikan pendidikan gratis kepada banyak orang dari seluruh penjuru dunia, meliputi tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Memang idealnya menurut Dr. Ahmad Jalaludin LC. MA., pendakwah sekaligus dosen S2 ekonomi syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, wakaf memang bisa menopang operasional dari sekolah. “Jadi orang tua tidak ada tanggungan terkait dengan beban dan kewajiban anak terkait dengan kewajiban finansial, tapi sekolah tetap bisa beroperasi dengan topangan wakaf,” jelasnya.

Ia melanjutkan, persoalan kemudian muncul ketika banyak lembaga pendidikan berorientasi bisnis. Operasionalnya hanya mengandalkan pendapatan dari iuran yang dibayarkan oleh siswa. Sehingga ketika ekonomi mandek akibat seperti pandemi sekarang ini, sekolah jadi kesulitan menggali dana. Inilah yang sedang coba diubah Ustaz Jalaludin yang juga seorang wakif, melalui yayasan pendidikan Alqurannya.

“Kalau yang kami kembangkan meskipun tidak 100% karena kita baru merintis wakaf ini, kita baru bisa memberikan, oke situasi seperti ini dipotong SPP-nya. Tetapi kewajiban lembaga terhadap guru diupayakan tetap penuh. Kita dorong para orang tua atau dermawan untuk tetap bersedekah. Walaupun idealnya bukan sedekah dalam hal seperti ini. Idealnya adalah wakaf yang dikembangkan secara produktif, menghasilkan, dan menopang di situ (operasional),” kata Ustaz jalaludin.


Kondisi ruang kelas di MIs Cilenja, Tasikmalaya, Jumat (24/1). Sekolah berada di puncak perbukitan di selatan Tasikmalaya dengan kondisi yang seadanya. Masih banyak sekolah dengan kondisi serupa karena keterbatasan akses dan dana. (ACTNews/Eko Ramdani)

Begitu pula dengan yang dilakukan Muhammad Arif Abdurrahman dari Tazkia Boarding School, salah satu lembaga pendidikan Islam di Malang. “Di Tazkia ada sebagian juga kami diberikan wakaf, dan juga dari yayasan juga mewakafkan ke masjid,” kata Arif.

Wakaf di bidang pendidikan menurutnya sangat luas. Termasuk masjid yang akan menjadi ujung tombak di masyarakat. “Karena banyak dari sektor pendidikan, yang otomatis sudah menjadi bagian wakaf. Banyak kan pondok pesantren atau tahfizul quran yang juga wakaf. Masjid juga. Karena peradaban Islam lebih terbentuk ketika di masjid,” ujar Arif.


Selain mengembangkan sistem wakaf, Arif juga mengatakan perlunya meluaskan edukasi wakaf bahkan sejak dini kepada anak-anak. “Memang benar kita harus bangkit dan berkolaborasi edukasi untuk anak-anak lebih dini lagi harus mengenal wakaf. Sehingga kami sarankan anak-anak di usia dini ini bagaimana wakaf itu sendiri bermanfaat untuk umat. Harapannya ingin lebih luas lagi. Kalau bisa di dunia pendidikan, pondok pesantren, itu harus kita sebar informasi seperti ini,” kata Arif yang baru saja mengikuti helatan Waqf Business Forum dari Global Wakaf – ACT di Malang, Ahad (22/11). Ke depannya ia berharap juga bisa berkolaborasi dengan Global Wakaf – ACT baik dalam programnya maupun dalam edukasi.

Global Wakaf – ACT sendiri tengah membangun sistem pendidikan berbasis wakaf dengan nama Pesantren Peradaban. Sekolah yang ada di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya ini nantinya hadir untuk membantu anak-anak sekitar memperoleh pendidikan. Selain sarana pendidikan, Pesantren Peradaban nantinya juga akan dilengkapi dengan asrama khusus putra dan putri. Para santri sendiri tidak akan dikenakan biaya selama menempuh pendidikan di Pesantren Peradaban. []