Menyapa Kembali Siswa Korban Gempa Lombok

Kepedulian dermawan kembali menyapa siswa korban bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kali ini bantuan sekolah diberikan kepada siswa Paud TK Al Husna di Lombok Tengah.

Menyapa Kembali Siswa Korban Gempa Lombok' photo
Siswa PAUD Al Husna Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah bermain balok susun, Sabtu (15/2). Hari itu, siswa PAUD Al Husna menerima bantuan peralatan sekolah dari dermawan. (ACTNews/Adi Achmad)

ACTNews, LOMBOK TENGAH – Suasana asri dan sejuk terasa di lingkungan PAUD Al Husna Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Bangunan sekolah memang sudah tidak terlihat lagi karena diguncang gempa Agustus 2018 silam. Puing-puing pun telah dibersihkan dan menyisakan tanah kosong.

ACT Nusa Tenggara Barat membawa 30 paket peralatan sekolah berupa perlengkapan tulis dan menggambar untuk para siswa pada Sabtu (15/2). Kehadiran tim pun disambut hangat para siswa.


Anak-anak PAUD Al Husna menerima bantuan peralatan sekolah berupa tas, alat tulis, dan buku gambar, Sabtu (15/2). (ACTNews/Adi Achmad)

Pascagempa 2018 lalu, sudah tiga kali PAUD Al Husna berpindah tempat belajar. Pertama di tenda sementara, lalu balai, dan terakhir di bangunan sekolah sementara milik MTS Al Manshuriyah. Sekolah yang mendidik 30 siswa itu harus berbagi ruang kelas selama proses belajar.

“Saat itu, hampir semua bangunan yang dipakai untuk proses belajar mengajar runtuh. Kami berupaya menemukan cara agar semangat belajar para siswa tidak terputus. Belum lagi, pascagempa, di lingkungan sini banyak anak putus sekolah karena kendala ekonomi,” cerita Yuli.

Sementara itu, Lalu Muhammad Alfian selaku Kepala Cabang ACT NTB mengatakan, ACT masih terus melakukan pembangunan sekolah dan masjid di Kabupaten Lombok. “Ini ikhtiar kami dalam program pemulihan. Hampir dua tahun ACT terus membersamai masyarakat Lombok. Kami berharap Lombok segera pulih,” tegas Alfian.

Gempa besar yang melanda Lombok dan Sumbawa pada 2018 silam menyisakan tugas yang belum selesai, termasuk dalam pembangunan prasarana pendidikan di Lombok. Alfian mengatakan, sejumlah sekolah yang berstatus swasta banyak yang belum kembali dibangun.

“Alhamdulillah program kemitraan ACT NTB untuk pendampingan PAUD dan TK masih berjalan di Lombok Utara dan Lombok Tengah. Melalui program ini kami berharap dapat mengurangi trauma anak-anak usia dini di Lombok,” tutup Alfian.[]


Bagikan

Terpopuler