Menyapa Nenek Juhara yang Hidup Sebatang Kara

Tanpa suami dan anak, Juhara (74) tetap berjuang melanjutkan hidup. Perempuan baya asal Tasikmalaya ini melakukan sejumlah pekerjaan agar tetap dapat menyambung hidup.

Juhara (74) adalah warga Desa Cisempur, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya hidup seorang diri. Di usia senja, ia melakukan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. (ACTNews/ Rima Yanti)

ACTNews, TASIKMALAYA – Seorang nenek hidup tanpa sanak saudara di Desa Cisempur, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya. Ialah Juhara (74) yang sudah ditinggalkan suami sejak puluhan tahun silam. Juhara, yang tidak memiliki anak, harus berjuang sendiri dengan bekerja serabutan untuk menyambung hidup. 

Juhara tinggal di rumah yang retak dan nyaris roboh akibat terguncang gempa. Ia tinggal di rumahnya dengan perlengkapan seadanya. Setiap kali hujan deras disertai angin kencang datang, Juhara mengungsi ke rumah tetangga karena khawatir rumahnya takut roboh. 

Juhara bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seringkali ada tetangga yang meminta tolong untuk membelikan sesuatu di warung, kemudian ia mendapat upah beberapa rupiah. “Emak mah alhamdulillah masih diberikan kesehatan untuk mencari nafkah buat diri sendiri. Satu sampai dua ribu suka dapat kalau ada tetangga yang minta dibelikan barang di warung,” ungkap Juhara kepada Tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT Tasikmalaya.

Tim menemui Juhara di kediamannya pada Selasa (19/11) lalu. Bukan hanya ingin mengetahui kondisi Nenek Juhara, kedatangan tim juga bertujuan memberikan santunan.

Muhammad Fauzi Ridwan dari Tim MSR-ACT Tasikmalaya mengungkapkan, Juhara tinggal sendirian di sebuah rumah yang memprihatinkan. Fauzi berharap, bantuan yang diberikan dapat melipur lara Juhara. "Kedatangan kami adalah mengetahui kondisi pasti Nenek Juhara. Selain itu, kami juga memberikan santunan kepada beliau. Kami akan berikhtiar mengajak para dermawan untuk membantu kehidupan nenek Juhara,” kata Fauzi.[]