Menyeka Duka, Miswar Jadi Komandan Evakuasi Bibinya Sendiri

Menyeka Duka, Miswar Jadi Komandan Evakuasi Bibinya Sendiri

ACTNews, PALU - Menguatkan diri sendiri sambil menenangkan orang lain agar tegar bukan perkara mudah. Begitu juga bagi Miswar, Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Tengah pada siang itu. Miswar coba meredakan isak tangis sang Paman di depan jenazah istrinya, bibi Miswar.

Miswar berhasil menemukan jenazah sang Bibi di balik reruntuhan bangunan bersama empat jenazah lainnya. Menemukan kendala alat berat, Miswar baru bisa mengevakuasi sang bibi keesokan harinya, Selasa (2/10). Bergerak bersama Tim Rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT), Miswar bahkan menjadi komandan dalam evakuasi bibinya sendiri.

Miswar mengisahkan, dirinya datang ke Palu tujuannya memang untuk menjadi relawan sekaligus mencari saudaranya yakni Paman, Bibi, dan satu Sepupunya. Pertama kali mendarat di Bandara Palu, dirinya minta izin untuk mengunjungi kediaman saudaranya di Perumnas Balaroa, Palu Barat.

Naas, Perumnas Balaroa menjadi salah satu wilayah yang paling terkena dampak gempa. Bahkan sekitar 2,5 hektar rata dengan tanah akibat mengalami fenomena likuefaksi, pergerakan tanah dalam jumlah masif ketika gempa 7,4 SR mengguncang Palu.

“Ketika saya sampai di sana, saya melihat kondisi rumah sudah sangat memprihatinkan. Tidak ada lagi kehidupan,” kata Miswar.

Sebab kesulitan memindahkan puing-puing bangunan dengan tangan kosong, Miswar memilih bersabar. Menurut Miswar, lebih baik menunggu Tim Rescue ACT sampai siap dengan kelengkapan evakuasi. Miswar tidak ingin terburu-buru, sehingga hasilnya menjadi tidak optimal.

“Besoknya baru saya kembali lagi, membawa Tim Rescue ACT. Saya pimpin komando, alhamdulillah ketemu. Meski kondisi Bibi sudah tidak bernyawa lagi, saya bersyukur bisa menemukan jenazahnya. Tidak seperti orang lain yang belum tentu bertemu dengan anggota keluarganya yang hilang,” paparnya. 

Berhasil menemukan sang Bibi menjadi kebahagiaan sendiri bagi Miswar. Meski sedih sebab tidak bisa menyelamatkan Sang Bibi dari guncangan gempa, Miswar lega setidaknya bisa menemukan jenazahnya. “Setidaknya kami bisa melihat Bibi untuk terakhir kalinya, meski sebenarnya sedih. Setidaknya juga Bibi bisa dimakamkan dengan layak,” tambahnya.

Tak lupa, Miswar mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Tim Rescue ACT karena bersedia membantu dirinya untuk mengevakuasi sang bibi. “Sangat luar biasa membantu, terharu juga punya tim yang solid ingin turun tangan mencari tante saya sendiri. Ibaratnya yang tidak kenal saja dibantu, apalagi yang kenal, alhamdulillah,” tutur Miswar.

Miswar mengaku ikhlas atas bencana yang telah menimpa keluarganya. Tak ada yang perlu disesali, Miswar percaya akan ada hikmah di setiap rencana Allah. “Namanya takdir kematian, ketika Allah masih takdirkan kita hidup, pasti ada saja jalannya supaya kita selamat,” pungkasnya. []