Menyelesaikan Kendala Akses Air Bersih di Desa Pantai Bahagia

Desa Pantai Bahagia yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa membuat kondisi air di sekitarnya keruh dan payau. Banyak kegiatan masyarakat yang mesti terkendala sehingga Global Wakaf - ACTmembangun Sumur Wakaf untuk menuntaskan persoalan ini.

Galon untuk air bersih yang dikirimkan melalui kapal di Desa Pantai Bahagia. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, secara geologi berada di dataran rendah. Sesuai namanya juga, desa ini terletak berdekatan dengan Laut Jawa di sebelah utara. Posisi yang berbatasan langsung dengan laut ini membuat kondisi air di Desa Pantai Bahagia tak sebaik daerah lainnya.

“Akses menuju sumber air letaknya cukup mudah, namun kurang layak untuk dikonsumsi karena kotor dan payau, sebab wilayahnya sangat dekat dengan laut. Ketersediaan air bersih pada musim kemarau juga cukup menghawatirkan, karena warga harus membeli air bersih dengan harga Rp7 ribu per galon,” kata Moch Nurul Ramadhan dari Tim Global Wakaf – ACT.

Jika musim kemarau warga harus kesulitan air, maka di musim penghujan banjir akan menggenangi rumah-rumah mereka dan membuat air yang ada menjadi kotor. Belum lagi jika air pasang yang rutin datang setiap 2 kali dalam sebulan, air yang diperoleh warga rasanya akan semakin asin. Sehingga, banyak kegiatan masyarakat yang terkendala dengan kondisi ini.

“Kesulitan ini ditambah juga dengan kondisi MCK yang kurang memadai. Masih banyak warga yang belum memiliki MCK. Untuk itu, mereka membangun jamban kecil dari karung dan bambu di atas Sungai Citarum untuk memenuhi kebutuhan hajatnya,” jelas Nurul.


Agar permasalahan ini tuntas, diperlukan sumur dengan kedalaman minimal 90 meter dan memiliki cadangan air yang besar. Sehingga, air tak terasa payau maupun mengalami kekeringan ketika musim kemarau datang.

Global Wakaf – ACT mewujudkan hal tersebut melalui program Sumur Wakaf yang hadir berkat kedermawanan para wakif. Sumur Wakaf ini dibangun di Masjid Jamii Nurul Iman, Kampung Muara Mati, Desa Pantai Bahagia sejak bulan Oktober 2020 lalu dan rampung pada Jumat (20/11/2020) silam.

“Pembangunan dilakukan di masjid sehingga dapat mempermudah juga jemaah yang akan beribadah, selain bermanfaat juga untuk kebutuhan sehari-hari warga secara umum. Kebetulan kondisi masjid sedang dalam rehab total, jadi membutuhkan juga sumber air untuk berwudu,” tutur Nurul.


Pembangunan Sumur Wakaf di Masjid Nurul Iman, Kampung Muara Mati. (ACTNews)

Ustaz Dadi tokoh masyarakat setempat mengungkapkan syukurnya dengan hadirnya Sumur Wakaf ini karena sebelumnya memang jemaah juga merasakan sulit mendapatkan air. “Rasa sedih, haru, atas apa yang telah dibangun oleh Global Wakaf – ACT, bahagia yang sangat tidak terhingga. Dahulu ketika akan berwudu, kami harus menumpang di rumah warga, kini dengan adanya MCK dan tempat wudu dari Sumur Wakaf, kami tidak perlu menumpang lagi,” ceritanya.

Nurul pun mengajak para dermawan untuk terus mendukung Global Wakaf – ACT dalam menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang masih membutuhkan air bersih secara mendesak. “Kami berharap kepedulian para dermawan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya. Bantuan dapat disalurkan melalui laman Indonesia Dermawan atau dapat melalui transfer di BNI Syariah 8660291020020124 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajaknya. []