Menyempurnakan Humanity Food Truck

Menyempurnakan Humanity Food Truck

Menyempurnakan Humanity Food Truck' photo

ACTNews, MAGELANG Humanity Food Truck 2.0 dari Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) resmi beroperasi pertengahan Maret 2019. Armada layanan makan gratis ini siap menyediakan ribuan porsi seperti pendahulunya, Humanity Food Truck 1.0. Penyempurnaan fungsi dapur menjadi keunggulan Food Truck 2.0.

Di Humanity Food Truck 2.0, sirkulasi gas mendapatkan penyempurnaan. Dengan adanya perbaikan pada sistem sirkulasi gas, memungkinkan seluruh alat dapur berfungsi dengan baik.

Koordinator Koki Humanity Food Truck Joni Kusumahadi mengatakan, pada Humanity Food Truck 1.0 pasokan gas ke beberapa alat dapur tidak mengalir sempurna. Tekanan gas yang kurang membuat sebagian alat tidak dapat digunakan. “Ada alat dapur yang penggunaannya kurang maksimal karena tekanan gas yang tidak sampai, sehingga ada sebagian proses pematangan makanan berada di luar truk,” jelas Joni yang juga menjadi perakit alat dapur di Humanity Food Truck 2.0 di Karoseri New Armada, Magelang, Senin (11/3) lalu.

Penyempurnaan sirkulasi gas ini juga tidak lepas dari adanya perubahan beberapa alat dapur. Seperti ditambahnya kompor bertekanan tinggi. Di Humanity Food Truck 1.0, tungku tekanan tinggi atau kuali range hanya ada dua unit. Namun, Humanity Food Truck 2.0 memiliki empat tungku bertekanan tinggi yang dapat digunakan seluruhnya.

Tidak hanya itu, kelengkapan seperti kulkas serta pembeku makanan juga masih tersedia layaknya truk dapur dari Global Zakat-ACT sebelumnya. Hanya saja, posisi dari kulkas dan alat dapur lainnya yang memiliki perbedaan dengan Humanity Food Truck pendahulu. “Kami menyesuaikan ulang posisinya, karena kabin untuk dapur juga lebih besar yang sekarang,” tambah Joni.

Pada Humanity Food Truck 1.0 celah antara alat dapur dengan lantai sangat kecil. Proses pembersihan pascamasak akan mengalami kesulitan. Sedangkan pada Humanity Food Truck 2.0 celah dengan lantai lebih tinggi sehingga pembersihan sisa masak dapat dilakukan lebih sempurna.

Penyempurnaan pada truk ini tak hanya pada sistem gas dan alat saja, tetapi juga pada desain yang diaplikasikan. Joni menegaskan, proses pematangan bahan masakan dapat dilakukan seluruhnya di dalam kabin dapur di truk itu.

“Jumlah masakan siap santap yang dapat dihidangkan juga bisa lebih banyak, di Humanity Food Truck sebelumnya bisa menyajikan seribu porsi makanan, tapi proses masak dilakukan di luar truk, sedangkan sekarang bisa sampai 1500 porsi yang semuanya dimasak di dalam dapur truk,” jelas Joni.

Saat ini, Humanity Food Truck 2.0 sudah resmi beroperasi untuk aksi-aksi reguler. Setelah acara peresmian di Yogyakarta Jumat (22/3) lalu, saat ini aksi reguler sedang dilakukan di ibukota Jawa Tengah, Semarang. Pascauji kelayakan pun, Humanity Food Truck 2.0 sudah melakukan aksi untuk penyediaan makanan siap santap korban banjir di Bantul, Yogyakarta, Rabu (20/3) lalu.[]

Bagikan