Menyiapkan Relawan Andal Penyelamat Jiwa di Medan Bencana

Besarnya potensi bencana yang bisa merenggut jiwa perlu disikapi dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, ACT ingin melahirkan relawan handal penyelamat jiwa lewat pelatihan penyelamatan dalam air di Tangerang Selatan.

Relawan MRI Jakarta Utara tengah mengikuti pelatihan penyelamatan dalam air. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA UTARA – Nyaris setiap tahun, wilayah Jakarta tak pernah absen dilanda banjir. Tingginya intensitas hujan serta sungai yang menyempit akibat permukiman padat menjadi faktor pendukung bencana ini. Dampaknya, selain bangunan yang terendam air, potensi korban jiwa juga begitu besar. Penanganan bencana pun penting dilakukan, khusus pencarian dan pertolongan ketika banding datang. Akan tetapi, tak semua orang mempunyai kapasitas serupa untuk menolong di bencana banjir.

Merespons pentingnya kualitas SDM dalam upaya penanganan banjir, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar pelatihan pertolongan dalam air di Waduk Situ Gintung, Tangerang Selatan, Ahad (4/4/2021), bagi relawan Masyarakat Relawan Indonesia Jakarta Utara. Pelatihan ini diikuti 40 relawan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Head of Volunteer ACT Jakarta Utara Harun Ar Rosyid mengatakan, pelatihan pertolongan dalam air ini memiliki tujuan memperkenalkan relawan baru dalam penyelamatan dini terhadap korban banjir. Pasalnya, tak sedikit banjir di Jakarta memerlukan penanganan yang lebih serius karena ketinggian air atau berarus deras.

“Besarnya potensi banjir Jakarta membuat relawan MRI harus siap siaga. Karena itu, relawan harus memiliki kemampuan dasar dalam menolong korban,” kata Harun.

Kegiatan pelatihan pertolongan dalam air ini diisi oleh tim Tanggap Darurat ACT yang telah memiliki banyak pengalaman di medan bencana. Perkenalan peralatan pun diberikan, seperti pelampung, tali, helm, dayung serta perahu karet. Materi penggunaan peralatan pun diberikan, agar relawan MRI terampil ketika di lokasi bencana yang sebenarnya.

“Seorang penyelamat harus memiliki teknik dasar penyelamatan yang baik sebelum terjun ke wilayah bencana. Jangan sampai yang menyelamatkan malah diselamatkan,” jelas Instruktur Training Water Rescue Muhammad Albar.[]