Menyiarkan Islam di Pelosok Indragiri Hulu

Bertahun-tahun Usman Harahap, seorang dai, mengabdikan diri di pedalaman Indragiri Hulu. Ia menyiarkan nilai-nilai Islam ke warga setempat, tak hanya ke orang dewasa, tapi hingga anak-anak yang bakal menjadi penerus bangsa.

1
Ustaz Usmad (kiri) saat mengajar mengaji bagi anak-anak di Indragiri Hulu. (ACTNews)

ACTNews, INDRAGIRI HULU Di usia 49 tahun, Ustaz Usman Harahap memegang peran sebagai pendakwah di wilayah Kecamatan Peranap, Indragiri Hulu, Riau. Ia mengemban tugas tersebut dengan penuh keikhlasan. Baginya, dakwah merupakan perjuangan, tak sekadar menegakkan nilai-nilai Islam di dalam diri orang dewasa, tapi juga anak-anak yang kelak menjadi penerus bangsa.

“Saya mempunyai target tersendiri, dapat menyiapkan anak-anak ini menjadi tokoh agama di sini dan di manapun mereka berada nantinya. Sehingga pembelajaran agama Islam dapat berkembang pesat di daerah Inhu (Indragiri Hulu),” kata Usman saat ditemui di Pondok Tahfizh Al Ishlah, Rabu (02/06/2021).

Pondok Tahfizh Al Ishlah merupakan rintisan Ustaz Usman sejak tujuh tahun lalu, berdiri di Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap. Sedangkan, untuk mengajar, ia sudah lakukan belasan tahun lamanya. Di sana (Pondok Tahfizh Al Ishlah), Ustaz Usman menghadapi anak-anak dengan berbagai latar belakang keluarga, termasuk yang datang dari ekonomi prasejahtera.

Ustaz Usman pun tidak membeda-bedakan satu anak dengan lainnya. Baginya, kehadiran pondok tahfiz ini menjadi wadah mendidik anak sedini mungkin sehingga memiliki masa depan dan iman yang memungkinkan jauh lebih baik.

“Melihat anak-anak belajar dan memiliki masa depan menjadi semangat tersendiri bagi kami di sini,” ungkapnya yang mengajar bersama istri dan satu orang anaknya.

Ustaz Usman merupakan sedikit dari banyaknya dai di pelosok Riau yang pengabdiannya begitu totalitas untuk anak negeri. Mereka tak lagi memprioritaskan materi di masyarakat.

Untuk itu, Sahabat Dai Indonesia - ACT sangat mengapresiasi peran Usman. Ikhlas dan bahagia menjadi kuncinya menjalani amanah tersebut. Untuk itu, apresiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) hadirkan.

“Sejak akhir Mei, ACT terus meluaskan bantuan untuk pejuang dakwah di berbagai penjuru negeri, khususnya mereka yang ada di daerah yang sulit akses. Ini juga wujud nyata kita semua membersamai mereka, para dai yang menjadi ujung tombang penjaga akhlak generasi muda,” jelas Benny Andrizal dari tim Program ACT Riau.[]