Menyiasati Kekeringan di Kelurahan Gamdus, Palembang

Sumur Wakaf yang telah dibangun sebulan lalu, kini mulai dapat digunakan untuk kebutuhan warga.

Menyiasati Kekeringan di Kelurahan Gamdus, Palembang' photo

ACTNews, PALEMBANG - Sumur bor yang dibangun oleh Tim Global Wakaf telah mencapai 70 meter, namun air yang keluar dari Sumur Wakaf tersebut hanya sedikit saja karena kondisi daerah, yang pada dasarnya, sulit untuk mendapatkan air.

Air hanya mengalir sekitar 30 menit di sana, dan kemudian tidak keluar lagi. Tetapi tim tidak kehabisan akal untuk mengalirkan terus air di Sumur Bor yang terletak di Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang. Mereka mencari cara lain sehingga air dari sumur bor dapat terus mengalir.


“Keadaan tersebut kita siasati dengan terus menghidupkan pompa supaya tercipta rongga di bawah tanah dan pori-pori tanah terbuka. Itu berdasarkan pengalaman kami yang pernah tinggal di daerah kesulitan air juga,” ujar Elly Sumantri dari tim Global Wakaf Sumatra Selatan pada Jumat (14/6) ini.

Kini air tersebut dapat digunakan terus oleh warga seterusnya. Padahal sebelumnya warga mengandalkan sumur-sumur galian yang tidak terlalu dalam untuk memenuhi kebutuhan air mereka sehari-harinya.

Masalah akan timbul ketika musim kemarau tiba. Debit air dari sumur galian yang biasa dimanfaatkan warga biasanya akan mengecil, dan tidak jarang mengalami kekeringan. Mau tidak mau, terkadang warga menampung air hujan. Malah sebagian warga tidak mau repot dan memilih membeli air dari mobil tangki.


“Biasanya harganya seperti di Kota Palembang saja. Satu mobil tangki itu isinya 5.000 liter air dan belinya sekitar harga Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Itu biasanya mereka beli untuk satu rumah, atau kalau mau lebih hemat dibagi,” kata Elly.

Sumur yang dibangun sejak 14 Maret 2019 ini telah rampung dan tinggal menunggu peresmian. Elly dan tim sedang mengusahakan agar peresmian Sumur Wakaf dapat terlaksana walaupun memang sumur tersebut telah dapat digunakan oleh warga semenjak dua minggu yang lalu.

“Peresmian akan kami lakukan secepatnya, nanti saya beserta tim akan kembali lagi Senin (17/6) besok untuk mengecek kembali sumurnya. Mudah-mudahan peresmian segera dilakukan setelah itu,” ujarnya. Elly juga berharap, dengan hadirnya Sumur Wakaf ini masalah warga atas kekeringan yang kerap melanda Kelurahan Keramasan, dapat teratasi. []

Bagikan