Menyiasati Sigkatnya Usia dengan Amalan yang Panjang Manfaatnya

Usia manusia bisa jadi sangat pendek, akan tetapi sangat memungkinkan jika melahirkan amalan yang panjang manfaatnya. Allah telah menyiapkan amalan tersebut, ialah sedekah jariah hingga wakaf.

Ilustrasi. Para santri memanfaatkan air dari Sumur Wakaf yang baru rampung untuk pondok pesantren mereka. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Ustaz Bendri Jaisyurrahman menunjukkan sebuah ayat dalam Al-Qur’an, di mana kita semua dapat mentadaburi maknanya. Kemudian ia menunjukkan Surat Al-Ahqaf ayat 15 yang memiliki arti "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim."

Dalam memaknai ayat tersebut, Ustaz Bendri menyebut, kita memohon hanya kepada Allah. Kemudian ada amalan yang sangat kita butuhkan, dan akan menjadi saksi bagaimana manusia bisa masuk ke dalam surga. “Amal yang akan diprasasti, amal yang akan terus mengalir, termasuk ketika kita sudah tiada,” jabar Ustaz Bendri pada Kajian Peradaban yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) gelar, Sabtu (17/4/2021).

Tapi apakah amalan yang dimaksud Ustaz Bendri? Amalan apa yang bisa terus mengalir? Sedangkan usia manusia zaman sekarang saja rata-rata di angka 63 tahun.


Amalan yang mampu mengalir walau manusia sudah tak lagi hidup di dunia ialah wakaf. Ustaz Bendri mengatakan, wakaf akan memberikan hasil yang jangka panjang untuk kemaslahatan bersama, apalagi yang digunakan untuk sektor produktif. “Di situlah seorang muslim akan mendapatkan investasi terbaiknya di akhirat, lewat wakaf,” jelasnya.

Kebiasaan berwakaf ini pun pada dasarnya sudah terjadi sejak lama. Di zaman para sahabat, mereke berlomba-lomba jadi kaya tapi tak menyimpannya untuk kepuasan diri sendiri. Sahabat pada umumnya mendermakan harta untuk kebutuhan umat, Utsman bin Affan contohnya.


“Utsman bin Affan membeli sumur yang dipakai untuk berbagai keperluan, dan sumur itu sampai sekarang masih mengalir. Dari sini kita belajar, manusia memiliki umur yang singkat, tapi dia bisa bermanfaat hingga ke generasi selanjutnya. Dengan cara apa? Dengan cara dia bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik,” erita Ustaz Bendri.[]

Ustaz Bendri pun mengingatkan, ada tiga amalan yang tak terputus setelah kita tiada. Yaitu pertama adalah ilmu yang bermanfaat, yang kedua adalah anak yang saleh, yang ketiga adalah sedekah jariah.

“Maka ketika kita sadar bahwa kita punya yang namanya ilmu, berikan. Yang kedua ketika kita punya yang namanya anak, maka didiklah ia dengan baik agar kelak menjadi penerus wasilah kebaikan. Dan, yang ketiga, kita punya harta, jadikan itu sedekah jariah kita. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang beruntung, dilipat gandakan di bulan yang penuh berkah ini,” pungkas Ustaz Bendri.[]