Menyuplai Kebutuhan Darah Masyarakat Palestina

September hingga Desember nanti, 1.000 kantong darah ditargetkan tersedia untuk warga Palestina dari pelayanan kesehatan yang diselenggarakan ACT dan sejumlah mitra.

Menyuplai Kebutuhan Darah Masyarakat Palestina' photo

ACTNews, GAZA The Central Blood Bank Association yang terletak di Khan Younis, Jalur Gaza mulai ramai. Sejumlah warga berdatangan mendonorkan darah mereka dalam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pekan kedua September ini menjadi awal permulaan kegiatan rutin pelayanan kesehatan dan donor darah hingga Desember mendatang.

“Melalui program tersebut, 1.000 kantong darah ditargetkan akan disediakan dan dibagikan gratis ke rumah-rumah sakit seluruh Gaza, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta,” lapor Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) - ACT, Senin (16/9).

Persediaan darah kemudian akan diberikan kepada lembaga bantuan bank darah, sejumlah pelayanan donor darah di seluruh Jalur Gaza, seperti universitas, masjid, klinik, dan tempat umum lainnya. Para penerima manfaat adalah pasien yang dalam penanganan medis membutuhkan transfusi darah, seperti pasien kanker darah, talasemia, gagal ginjal, pasien pascaoperasi, pasien persalinan, korban kekerasan militer Israel, hingga korban luka dari aksi-aksi Great Return March (GRM) yang setiap pekan diselenggarakan di perbatasan.


“Program ini hadir atas besarnya permintaan transfusi darah di seluruh Gaza,” kata Faradiba. Menurutnya, kesadaran masyarakat di Gaza untuk mendonorkan darahnya masih minim. Selain menyediakan stok darah, pelayanan kesehatan ini menjadi sarana memperkuat informasi dan ajakan kepada masyarakat Palestina untuk untuk mendonorkan darahnya.

“Situasi masih terus mengancam di Gaza. Agresi bisa saja terjadi sewaktu-waktu, dan tidak menutup kemungkinan kembali menimbulkan korban,” tambah Faradiba.

Keterbatasan dana membuat laboratorium bank-bank darah tidak dapat peralatan medis. Menurut laporan Faradiba, bukan hanya harga pembelian yang mahal tetapi juga harga perawatan. Hal itu menyulitkan tenaga medis memberikan layanan darah yang berkualitas.

Pelayanan kesehatan donor darah di Gaza ini bekerja sama dengan Kitabisa.com, Islamic Full Day School Siti Hajar & Yayasan Baitulmal Ummat Islam (BAMUIS) BNI, KM 0 Aceh, Duta Mode Jakarta, MRI Kabupaten Pinrang, Baitul Maal BMT BUM dan Persatuan Komunitas Tegal, serta Life For Ummah Malang. []

Bagikan