Menyuplai Kebutuhan Pangan bagi Warga di Kepulauan Seribu

Tinggal di wilayah yang dipisahkan oleh lautan membuat warga di Kepulauan Seribu tak seleluasa warga ibu kota lainnya. Di kala pandemi sekarang ini, kehidupan mereka pun terbatas, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Menyuplai Kebutuhan Pangan bagi Warga di Kepulauan Seribu' photo
Pengiriman bantuan pangan bagi warga di beberapa pulau di Kepulauan Seribu. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA Hidup di wilayah atau berbatasan langsung dengan zona merah pandemi Covid-19 memanglah tak mudah. Ruang gerak warganya kini terbatas, tak sebebas sebelumnya. Karantina wilayah kini harus mereka laksanakan demi memutus rantai penularan. Hal ini seperti yang sedang dirasakan oleh warga yang menghuni pulau-pulau di Kepulauan Seribu.

Wilayah yang masuk dalam administratif Kepulauan Seribu, Jakarta ini terdiri dari enam kelurahan di dua kecamatan. Selama pandemi berlangsung, warga di Kepulauan Seribu dibatasi pergerakannya. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat kapal dari dan ke Kepulauan Seribu dilarang membawa muatan orang, hanya boleh barang saja.

Adanya pembatasan ini berpengaruh ke berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pekerjaan serta pemenuhan pangan. Sulaiman dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang juga salah seorang warga, mengatakan perekonomian di Kepulauan Seribu agak tersendat. Sektor pariwisata tak lagi bisa diandalkan. Sedangkan harga ikan dari nelayan dibeli dengan harga murah karena tak bisa menjual hingga ke Jakarta Utara.

“Akses keluar-masuk Jakarta ditutup karena PSBB, harga pokok menjadi tinggi karena terbatasnya persediaan,” ungkap Sulaiman, Ahad (17/5).

Walau akses menuju Kepulauan Seribu diperketat, ACT pada Ahad (17/5) lalu mencoba ke wilayah yang terpisah oleh perairan dengan ibu kota ini untuk mengantar bantuan pangan. Didampingi oleh tim Pemprov DKI Jakarta, ACT mengirimkan 450 paket pangan serta alat pelindung diri bagi masyarakat di tiga pulau, yakni Pulau Lancang, Pulau Pramuka serta Pulau Kelapa. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi ACT bersama BUMA Peduli dan Pemprov DKI Jakarta.

Danu Putra Anugrah dari Tim Program ACT mengatakan, bantuan bagi warga di Kepulauan Seribu merupakan salah satu dari rangkaian penanggulangan penanganan Covid-19 dari ACT yang telah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Ada ratusan paket pangan yang diserahkan ke warga di tiga pulau. “Ada paket pangan serta APD yang kami serahkan ke warga di beberapa pulau di Kepulauan Seribu,” jelasnya.

Pendistribusian bantuan berlangsung singkat. Setelah menurunkan paket pangan dari atas kapal, tim bergegas kembali ke Jakarta. Langkah ini diambil untuk mengikuti protokol kesehatan dari Gugus Covid-19. Nantinya, pendistribusian paket pangan dilakukan oleh relawan MRI di Kepulauan Seribu dengan langsung mengantarkan paket pangan ke rumah penerima manfaat.[]


Bagikan