Merajut Cita Pelajar Uighur di Turki

Merajut Cita Pelajar Uighur di Turki

Merajut Cita Pelajar Uighur di Turki' photo

ACTNews, TURKI – Di tengah kabar represi besar-besaran yang diterima etnis Uighur di Xinjiang, Cina, sejumlah diaspora maupun Uighur di berbagai negara juga tengah memperjuangkan hidup yang lebih baik. Termasuk para diaspora Uighur di Turki. Selasa (8/1) lalu, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) menemui sejumlah perwakilan pelajar Uighur yang kini bermukim di Turki.

Seperti yang diceritakan Firdaus Guritno dari Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I, agenda siang itu adalah pemberian bantuan pendidikan bagi puluhan pelajar Uighur. “Bantuan tersebut diberikan kepada 75 pelajar dengan jenjang yang variatif. Dari usia TK sampai persiapan masuk perguruan tinggi,” terang Firdaus kepada ACTNews, Kamis (10/1).

Firdaus menjelaskan, para penerima manfaat bantuan pendidikan adalah para pelajar Uighur yang juga menjadi hafiz Alquran. Di Turki, warga Uighur tinggal dalam sejumlah kelompok. Sebagian besar dari mereka tinggal bersama kerabat atau dibantu oleh yayasan yang didirikan komunitas Uighur. “Mereka keluar dari (negara) Cina secara bersama, ke suatu negara yang kemudian setelahnya menuju Turki,” jelas Firdaus.

Selasa itu, tim juga menjamu makan siang para perwakilan penerima beasiswa itu. Agenda pun dibuka dengan pembacaan ayat Alquran oleh dua orang hafiz. Ketika waktu salat tiba, salat berjamaah pun segera ditunaikan.

“Terima kasih kepada ACT yang telah memberikan bantuan beasiswa kepada kami, para pelajar Uighur yang ada di sini. Serta kami berterima kasih atas dukungan morel yang dilakukan serentak di sembilan kota di Indonesia. Hal itu luar biasa menyemangati kami khususnya di masa-masa sulit sekarang ini,” ungkap salah satu pelajar kepada Firdaus.

Bantuan pendidikan menjadi salah satu ikhtiar ACT untuk membantu mewujudkan cita-cita para pelajar Uighur sekalipun mereka hidup sebagai diaspora. Sejak pertengahan Desember lalu, ACT memberangkatkan tim menuju sejumlah negara untuk membantu para diaspora Uighur. Hingga kini, bantuan dana pendidikan telah diberikan kepada lebih dari 120 pelajar Uighur di Turki.

“Sejumlah pelajar dan mahasiswa yang ditemui tim mengungkapkan, banyak di antara mereka yang bercita-cita menjadi guru agama. Belajar agama Islam adalah motivasi terbesar para siswa untuk datang ke universitas,“ kata Firdaus. Sedangkan di Uzbekistan, sejumlah bantuan paket pangan diberikan kepada keluarga Uighur prasejahtera. []

 

*Wajah disamarkan demi keamanan

Bagikan