Merangkul Pengungsi Suriah dengan Kebaikan Tanpa Batas Selama Ramadan

Dalam semangat menebar aksi kebaikan tanpa batas pada Ramadan nanti, Aksi Cepat Tanggap akan kembali menyapa masyarakat Suriah yang terdampak konflik, baik yang berada di dalam negara Suriah maupun di wilayah perbatasan.

Para pengungsi anak Suriah menerima bantuan paket pangan.(ACTNews)

ACTNews, SURIAH - Ramadan segera tiba. Warga Suriah menyambut dengan sukacita. Namun, kondisi negara yang masih sering dirundung konflik membuat harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya melambung tinggi. 

Melonjaknya harga bahan pokok menjadi fenomena umum ketika konflik terjadi. Tetapi di Suriah, ini terjadi dalam skala besar. Kondisi ini memaksa warga maupun pengungsi Suriah kembali dihadapkan masalah sulitnya pemenuhan pangan maupun kebutuhan pokok lainnya menjelang Ramadan.

Dalam semangat menebar aksi kebaikan tanpa batas pada Ramadan nanti, Aksi Cepat Tanggap akan kembali menyapa masyarakat Suriah yang terdampak konflik, baik yang berada di dalam negara Suriah maupun di wilayah perbatasan. Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response-ACT mengatakan, program-program Ramadan nantinya akan menyasar enam juta pengungsi Suriah.
"Kami fokus untuk pemenuhan pangan dan sarana ibadah bagi jutaan pengungsi Suriah. Insyaallah nanti Humanity Food Truck akan memberikan paket iftar bagi pengungsi selama Ramadan. Tak ketinggalan, kami juga akan membangun Sumur Wakaf Masjid, penyediaan karpet masjid dan pendistribusian Al-Qur'an, penyelenggaraan pesantren kilat, pemberian pakaian muslim, serta bingkisan lebaran," jelas Said, Kamis (25/3/2021).

Humanity Food Truck spesial iftar akan menjangkau 20.000 jiwa selama satu bulan penuh. Sedangkan paket pangan akan diberikan kepada 1.000 keluarga prasejahtera di Suriah. Isi paket tersebut diantaranya tepung, pasta, gula, makaroni, kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak goreng dan lainnya.

Bagi anak-anak, bingkisan lebaran menanti mereka menjelang Idulfitri, seperti baju muslim dan muslimah dengan target 2.000 set pakaian. Mereka juga akan menerima 1.000 mushaf Al-Qur'an untuk mendukung ibadah selama Ramadan. Pemenuhan sarana ibadah ini juga menjangkau fasilitas publik yang digunakan oleh para pengungsi. Masjid-masjid terpilih akan diberi bantuan karpet dan dibangunkan Sumur Wakaf. Dengan demikian, kegiatan ibadah para pengungsi di masjid-masjid selama Ramadan dapat berlangsung dengan baik.

“Implementasi bantuan ke saudara-saudara muslim kita di Suriah hanya bisa dimaksimalkan dengan bantuan dari para dermawan Indonesia. Bulan Ramadan nanti menjadi bulan yang spesial karena pahala dilipatgandakan. Untuk itu, mari bersama luaskan aksi kebaikan tanpa batas ke saudara-saudara kita di Suriah,” ujar Said.[]