Merapi Erupsi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 6.000 Meter

Merapi kembali mengalami erupsi pada Selasa (3/3) pagi ini pukul 05:22 WIB. Semburan kolom abu mencapai 6.000 meter di atas puncak dan telah menyebar ke beberapa kabupaten di Jawa Tengah.

Gunung Merapi kembali erupsi pada Selasa (3/3), pukul 05.22 WIB, dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 450 detik. (ANTARA FOTO/Rudi)

ACTNews, SLEMAN – Merapi kembali erupsi pada Selasa (3/3), pukul 05:22 WIB. Laman MAGMA Indonesia yang dikembangkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu mencapai sekitar 6.000 m di atas puncak.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) lewat laman Twitter resminya menyatakan awan panas dan guguran bergerak ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Sementara arah angin saat erupsi menuju utara.

Pagi ini, tim ACT Daerah Istimewa Yogyakarta juga sempat bersiaga begitu Merapi erupsi. Sampai melihat kondisi sudah kondusif, tim kemudian memutuskan untuk kembali dan terus memantau dari Yogyakarta.

“Tadi pagi ada tim yang kita siagakan, tapi begitu kita lihat kondisi sudah baik, kita minta mereka kembali untuk memantau dari bawah (Yogyakarta). Sementara ada relawan-relawan juga yang memang tinggal di atas (Kecamatan Pakem dan Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman), kita minta terus siaga juga untuk memantau Merapi,” tutur Kharis Pradana dari Tim Program ACT DI Yogyakarta.


Meskipun begitu, ACT DI Yogyakarta melaporkan, hujan abu telah tersebar ke beberapa wilayah di Jawa Tengah. Abu vulkanik mendampak di sebagian daerah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali dan Boyolali Kota, serta Kabupaten Sukoharjo.

Informasi dari Ardiyan selaku Koordinator Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Solo Raya, juga mengatakan abu vulkanik telah menyebar di daerah Solo Raya. Meskipun demikian, abu tidak sampai mengganggu aktivitas warga sekitar.

"Iya, memang abu vulkanik di sini sudah mulai tebal. Masih banyak yang beraktivitas seperti biasa juga, walapun terganggu abu," kata Ardiyan yang kini berada di wilayah Kabupaten Solo.

MRI-ACT Solo Raya berencana membagikan masker untuk masyarakat yang berada di sekitar daerah Solo Raya. Meskipun masker saat ini sangat sulit dicari, dampak permintaan masker untuk pencegahan penyebaran virus corona. 

"Posisinya saat ini, masker memang sangat sulit sekali dicari. Sampai sekarang kami masih berusaha untuk mencari masker. Alhamdulillah, dari teman-teman MRI-ACT Klaten tadi juga sudah turun juga membagikan beberapa masker yang masih ada stoknya. Selain itu, kami juga mengusahakan untuk obat tetes mata. Antisipasi jika abu vulkanik sampai masuk ke mata," jelas Ardiyan.

MAGMA Indonesia mengimbau, masyarakat sekitar untuk tetap mewaspadai potensi ancaman bahaya dari Merapi. Yakni berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat dalam area radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan tidak melakukan aktivitas di sekitarnya. Selain itu bahaya lahar juga perlu diantisipasi oleh masyarakat sekitar. []