Merasa Terbantu Saat Bencana, Warga Donggala Bersedekah Kurban

Menjadi korban gempa September 2018 lalu tidak mengurangi iktikad masyarakat Desa Lompio berderma. Dengan bersedekah kurban, mereka turut menyapa saudara di wilayah Indonesia lainnya.

Merasa Terbantu Saat Bencana, Warga Donggala Bersedekah Kurban' photo
Total 40 ekor sapi disembelih Global Qurban untuk korban bencana di Sulawesi Tengah pada Iduladha 2019 lalu. Selain menjadi sasaran kurban, daerah yang mengalami gempa, tsunami, hingga likuefaksi itu juga menjadi asal para pekurban. (ACTNews/Chandra)

ACTNews, DONGGALA – Kehilangan harta benda karena gempa tidak mengurangi niat derma masyarakat Desa Lompio, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Saat Iduladha 1440 Hijriah lalu, ratusan warga Desa Lompio urunan untuk berkurban di Global Qurban.

Ketua Karang Taruna Desa Lompio Zahir (26) mengatakan, niat sedekah kurban muncul dari usulan pengurus karang taruna. Mereka terinspirasi relawan Aksi Cepat Tanggap yang saat itu banyak membantu korban gempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala. “Setelah banyak dibantu, kami ingin punya kesempatan membantu orang lain juga,” kata Zahir.

Mahasiswa pascasarjana IAIN Datokarama Palu itu mengatakan, selama tertimpa musibah, sudah banyak dermawan yang membantu masyarakat Donggala. Sebab itu, ia melihat Iduladha sebagai momentum membalas kebaikan itu.


Banjir rob merendam Desa Lompio hampir setiap bulan. Pascabencana gempa 2018 lalu, permukaan tanah Desa Lompio mengalami penurunan dan membuat air laut membanjiri rumah warga. (ACTNews/Zahir)

Selain mengajak warga Desa Lompio, Zahir dan pengurus karang taruna juga mengajak warga desa lain di Kecamatan Sirenja. “Warga juga membantu dengan yang mereka punya. Ada yang menyumbang dengan hasil kebun, misal kelapa atau sayur-sayuran. Baru nanti kami jual dan uangnya untuk sedekah kurban,” cerita Zahir.

Ia pun bahagia ketika dihubungi tim Global Qurban bahwa kurban masyarakat Desa Lompio sampai di Maluku. Menurut Zahir, berkurban bisa menjadi salah satu wujud kebangkitan masyarakat desa yang saat itu lumpuh karena bencana.

“Pascagempa keadaan masyarakat cukup parah, sebagian rumah roboh dan permukaan tanah turun sehingga air laut naik. Sekarang setiap bulan banjir rob. Akses jalan terputus, rumah terendam, dan sampai saat ini bantuan rumah yang dijanjikan belum terealisasi,” ungkap Zahir. Desa Lompio menjadi salah satu desa binaan pipanisasi air bersih ACT dan Peace Wind Japan hingga saat ini.

Iduladha 2019 lalu, ACT juga menunaikan puluhan ekor sapi amanat dermawan bagi korban gempa di Kota Palu. Kepala Cabang Global Qurban-ACT Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah mengatakan, puluhan sapi kurban itu didistribusikan kepada 550 kepala keluarga yang tinggal di ICS Duyu maupun ICS lainnya yang juga masih di wilayah Kota Palu.

Selain di ICS Duyu, daging kurban juga dibagikan kepada 160 Kepala Keluarga (KK) yang menempati ICS Sidera, Kabupaten Sigi. Secara total, ada 40 sapi yang dikurbankan untuk warga terdampak bencana di Palu dan Sigi. Pendistribusian daging kurban berlangsung hingga hari tasyrik kedua.[]