Mercy Relief Singapura Kembali Bantu Penyintas Banjir Lebak

Setelah menyalurkan bantuan untuk dapur umum dan air bersih, Mercy Relief Singapura kembali berkolaborasi bersama ACT untuk menyapa korban bencana banjir di Lebak, Banten. Bantuan yang disalurkan pada Jumat (31/1) kemarin berupa ratusan paket sanitasi untuk para pengungsi yang telah menghuni tenda pengungsian selama 1 bulan lamanya.

Mercy Relief Singapura Kembali Bantu Penyintas Banjir Lebak' photo
Penyerahan bantuan kepada para pengungsi banjir Lebak. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

ACTNews, LEBAK – Mercy Relief Singapura kembali bersinergi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pada Jumat (31/1) kemarin, sinergi dilakukan dengan mendistribusikan ratusan paket sanitasi kepada penyintas banjir bandang di Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak.

Menurut  Hidayatun Nisak dari Tim Global Philantropy Network (GPN) - ACT, sinergi ini merupakan yang ketiga kalinya yang dilakukan secara berkesinambungan. "Alhamdulillah kami bisa paralel bersinergi dengan Mercy Relief Singapura, ini merupakan yang ketiga kalinya. Implementasi pertama waktu menggelar Dapur Umum untuk penyintas banjir di Kabupaten Bogor. Yang kedua, pendistribusian air bersih untuk penyintas banjir di Bidara Cina, Jakarta. Implementasi saat ini  merupakan yang ketiga kalinya. Insyaallah kami akan bersinergi di program berikutnya," ungkap Nisak.

Nisak menambahkan saat ini para penyintas masih sangat memerlukan bantuan dari para dermawan. Mereka sudah lebih dari satu bulan tinggal di tenda pengungsian, dengan kondisi seadanya. Kondisi memprihatinkan di lingkungan pengungsian tersebut rawan sakit terutama untuk lansia dan balita.


Kondisi para pengungsi di Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

Seperti yang dirasakan Harun (65) dan Julaiha (50). Kakek 3 cucu dan Ibu 9 anak ini mengungkapkan kepedihannya yang tak bisa menempati rumahnya lagi. Rumahnya hanyut terbawa gelombang banjir bandang. Hartanya ikut hanyut, yang tersisa hanya baju yang ia kenakan. 

“Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan terus menerus selama sebulan dari ACT dan para donaturnya. Kami berharap memiliki rumah kembali seperti sediakala,” harap Julaiha yang merupakan warga Kampung Sepang, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.   

Sementara itu Khairul Massuan selaku Senior Manager International Programme Mercy Relief Singapura yang ikut hadir mendistribusikan bantuan, mengapresiasi ACT beserta relawannya yang bekerja totalitas dan profesional.


“Saya ingin berterima kasih kepada staf dan relawan ACT atas kerja sama ini. Jelas terlihat profesionalisme dan dedikasi staf dan relawan di lapangan, serta keprihatinan mereka terhadap korban banjir Jakarta. Semoga kita bisa terus bekerja sama dan saling merangkul dalam proyek-proyek kemanusiaan akan datang,” ujar Khairul dengan logat melayunya yang kental.  Ia pun bertekad kolaborasi ini akan terus dijalin ke depannya. Terutama program pemulihan pascabencana.

Mercy Relief adalah salah satu mitra internasional ACT, lembaga bantuan bencana independen di Singapura. Organisasi ini berfokus pada program-program berkelanjutan jangka panjang di lima bidang utama, yaitu air dan sanitasi, tempat tinggal, mata pencaharian berkelanjutan, layanan kesehatan dan pendidikan. []


Bagikan

Terpopuler