Meredam Duka Korban Serangan di Gaza

Warga Gaza yang terkena serangan roket Israel kehilangan tempat tinggal dan kekurangan bahan pangan

ACTNews, GAZA – Asap tipis bercampur debu masih mengudara di antara puing-puing bangunan yang runtuh. Sejumlah warga tampak masih mengamati dan mencari sesuatu di bangunan rumah mereka yang kini hancur, Senin (6/5). Rumah-rumah itu  luluh lantak akibat serangan udara Israel Sabtu (4/5) malam.

Kehancuran pascaserangan Israel semakin memperburuk kehidupan warga Gaza. Kehilangan tempat tinggal dan berkurangnya kesediaan pangan pun tak terelakkan. Meredam krisis kemanusiaan itu, ratusan paket pangan dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) ACT dibagikan untuk meredam duka  warga Gaza korban serangan udara Israel.

“Harapannya paket pangan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat miskin Gaza dan mereka yang hidup dalam teror pengepungan dan penjajahan,” kata Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap.


Muorad, salah seorang penerima manfaat paket pangan IHC menyampaikan syukurnya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para dermawan. Kami juga berterima kasih kepada ACT dari Indonesia atas bantuannya kepada korban yang rumahnya hancur,” kata Muorad. Bantuan itu sangat berarti bagi Muorad. Sebab, serangan semakin melumpuhkan kehidupan warga Gaza karena mematikan ekonomi, menghilangkan tempat tinggal juga merenggut orang-orang terdekat mereka.

Menurut keterangan Muoarad, serangan Israel kala itu menuju ke Bait Al Aminin dan sebuah taman kanak-kanak pada pagi hari. Kejadian itu menewaskan sejumlah warga. “Para korban ini merupakan rakyat Palestina yang mengorbankan apa pun yang mereka miliki untuk tetap bertahan dan memperkuat kemulian,” katanya.

Bagi Muorad dan rakyat Palestina, mempertahankan tanah air adalah sebuah harga mati. Mereka masih bertahan di tanah dan rumah-rumah mereka, tidak peduli dengan kejahatan apa pun yang diperbuat oleh zionis israel. Muorad mengatakan, rakyat Palestina masih tegar walaupun zionis Israel membunuh anak-anak dan mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.  “Hal itu tidak sekalipun menyurutkan perlawanan rakyat Palestina,” tambahnya.