Meredam Duka Ratusan Pengungsi Suriah di Khan Sheikhun

Meredam Duka Ratusan Pengungsi Suriah di Khan Sheikhun

ACTNews, IDLIB - Serangan demi serangan belum berhenti dilontarkan di wilayah Khan Sheikhun, Kegubernuran Idlib di barat laut Suriah. Dimulai sejak dua bulan lalu, konflik telah menyebabkan pemukiman penduduk di sekitar Khan Sheikhun hancur, juga meluluh-lantakkan satu sekolah yang seharusnya tidak boleh menjadi target serangan.

Tak hanya kerusakan bangunan, konflik juga menyebabkan sebanyak 70 jiwa menjadi korban meninggal dunia dalam kurun waktu sepekan terakhir, menimbulkan duka bagi keluarga korban yang merasa kehilangan. Seperti Mazen Enedane, salah seorang keluarga korban yang mengungkapkan rasa sedihnya.

“Saya mengirim mereka kepada kematian. Saya seharusnya tidak mengirim mereka ke sana. Saya harap, saya bisa ikut mereka. Saya harap, saya ikut mati bersama mereka,” cerita Mazen, melansir Middle East Eye.

Kini, sebagian besar yang sudah tidak memiliki rumah akibat konflik, lebih memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Salah seorang pengungsi yang ditemui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengisahkan, tidak ada pilihan lain bagi mereka selain tinggal di tenda pengungsian, meski duka kehilangan sanak saudara dan rumah harus ditambah dengan keadaan yang serba terbatas.  

“Tinggal di tenda pengungsian adalah pilihan terbaik untuk kami di saat baku tembak masih terjadi hingga sekarang. Belum lagi kondisi cuaca dan alam juga sangat memberatkan,” kata salah seorang pengungsi yang tak ingin disebutkan namanya.

Merespons kabar tentang mereka, ACT melalui relawan lokal di dalam Suriah telah memberikan paket pangan kepada ratusan keluarga yang mengungsi demi menghindari konflik di Khan Sheikhun, Ahad (31/3).  

“Di sana itu titik terdekat dari konflik yang masih berlangsung di Khan Sheikhun. Tim ACT hadir untuk memberi mereka paket pangan sebagai persediaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga bantuan kemanusiaan itu juga bisa meredam duka mereka, ” terang Firdaus dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT.  

Kedatangan tim ACT di Khan Sheikhun pun mendapat tanggapan baik dari para pengungsi. “Terima kasih Indonesia, terima kasih ACT atas semua bantuan yang telah diberikan kepada kami. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua,” tutur salah seorang pengungsi.

Bicara tentang Suriah, nama-nama kota seperti Aleppo, Idlib, Dara’a, bahkan Ghoutan belum bisa lepas dari konflik mencekam yang terjadi sejak 2011. Serangan udara, gas klorin, dan bahan kimia dilancarkan tanpa ampun. Sekiranya 400.000 jiwa meregang nyawa, dan lima juta warga Suriah pergi mengungsi. []