Meredam Krisis Air Yaman dengan Sumur Wakaf

Tim ACT di Yaman telah melakukan pembangunan Sumur Wakaf sebagai ikhtiar untuk menyediakan air bersih bagi penduduk Sana’a. Sumur ini ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan hingga 5.000 jiwa.

Salah satu Sumur Wakaf yang dibangun oleh ACT di Yaman. Sumur ini merupakan buah kedermawanan masyarakat Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, SANA’A – Pembangunan Sumur Wakaf di Sana’a, Yaman, menjadi ikhtiar meredam krisis air di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Aksi Cepat Tanggap, 16 juta warga Yaman tidak memiliki akses air minum atau sanitasi yang ideal. Termasuk 8,2 juta orang diantaranya rentan terkena penyakit akibat air kotor dan tercemar.

Saat ini, tim ACT di Yaman telah melakukan pembangunan Sumur Wakaf sebagai ikhtiar menyediakan air bersih bagi penduduk Sana’a. Sumur ini ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan hingga 5.000 jiwa.

“Jika kita konsisten membantu Yaman untuk bangkit maka banyak sekali warga disana yang akan terbantu. Satu sumur bisa diakses 5.000 orang. Kita bisa membangun lebih banyak. Tapi butuh banyak kepedulian dari dermawan Indonesia, yang tergerak hatinya untuk membantu negara ini dan berdonasi untuk Yaman,” ujar Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response-ACT.

 

Said menceritakan betapa air sangat berharga bagi Yaman, salah satunya saat momen distribusi bantuan air yang dilakukan ACT menggunakan truk tangki. Orang dewasa dan anak-anak berlarian sembari menenteng lima hingga sepuluh jerigen di tangan untuk menadah air. Sejumlah selang kemudian terulur dari mobil untuk disematkan ke mulut jerigen yang di jejer hingga membuat antrian beberapa meter.

Pemandangan ini masih akan tetap ditemu di Yaman jika tidak ada orang yang tergerak hatinya untuk merubah kondisi ini. Untuk itu ACT selalu mengajak kepada dermawan Indonesia untuk memberikan bantuan agar Yaman bisa bangkit dan keluar dari kondisi kekurangan air.[]