Meredam Lapar di Tanah Genting Yaman

Perang melemahkan ekonomi dan membuat ketahanan pangan masyarakat Hamdan, Yaman hancur.

Meredam Lapar di Tanah Genting Yaman' photo
Anak-anak di Distrik Hamdan, Yaman, menerima bantuan paket pangan Aksi Cepat Tanggap. Paket pangan tersebut bagian dari pemberian bantuan musim dingin di negara konflik. (ACTNews)

ACTNews, HAMDAN – Malam masih terasa amat dingin di Hamdan, Yaman. Suhu di malam hari bisa mencapai sembilan derajat Celsius. Gigil di malam hari semakin menusuk tubuh mereka yang tidur di rumah dengan dinding-dinding berlubang.

Khaleed, bocah berusia tujuh tahun itu, ikut ibunya mengantre. Ia jarang sekali melihat bahan makanan sebanyak ini. Paket pangan musim dingin tengah dibagikan Aksi Cepat Tanggap untuk masyarakat Hamdan pada akhir Februari lalu. Ada tepung, minyak sayur, gula, garam, dan kacang-kacangan.


Keluarga di Kota Ablas, Distrik Hamdan, menerima bantuan pangan AKsi Cepat Tangap pada Februari lalu. (ACTNews)

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT melaporkan, program bantuan pangan musim dingin Yaman ini menargetkan sejumlah keluarga yang terpinggirkan secara sosial dan ekonomi dan sangat membutuhkan makanan pokok di Kota Ablas. “Ada 83 keluarga yang menerima bantuan ini. Mayoritas keluarga sasaran adalah keluarga prasejahtera paling miskin yang memiliki anak yang menderita kekurangan gizi akut,” kata Faradiba.

Sebagian besar keluarga di Hamdan adalah pengungsi internal. Perang menghancurkan dan melumpuhkan ekonomi yang berkelanjutan di Hamdan. Jutaan masyarakat Yaman meninggalkan tempat tinggal dan pindah ke tempat lain.

“Ketahanan pangan mereka terancam. Tidak adanya ketersediaan kesempatan kerja di tempat baru, membuat mereka sepenuhnya bersandar pada bantuan kemanusiaan,” lanjut Faradiba.

Keadaan itu terlebih tampak pada keluarga yatim. Banyak anak-anak yang kehilangan orang tua, baik secara fisik maupun emosional. “Program ini menyasar ibu-ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Semoga bantuan ini dapat meringankan perjuangan mereka untuk memberi makan anak-anak mereka,” tegas Faradiba.[]


Bagikan