Mereka yang Berjibaku di Tengah Banjir Jakarta

Sejumlah relawan terus bersiaga saat banjir menerjang, Selasa (25/2) pagi. Mereka meninggalkan rutinitas harian mereka demi menyelamatkan warga yang terjebak banjir Jakarta.

Mereka yang Berjibaku di Tengah Banjir Jakarta' photo
Tim MRI Jakpus menyelamatkan ibu dan bayinya di wilayah Petamburan saat terjadi banjir, Selasa (25/2) sore. Ketinggian banjir di wilayah ini mencapai leher orang dewasa. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA Perahu karet berkapasitas empat orang digunakan tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakarta Pusat, Selasa (25/2) untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan Petamburan. Perahu ukuran kecil ini digunakan agar mampu menjangkau rumah-rumah yang berada di gang-gang sempit ibu kota. Sambil menggunakan helm pengaman serta pelampung, relawan melakukan penyelamatan warga yang terjebak banjir dan hendak mengungsi.

Suhaeni, salah satu warga yang Selasa sore kemarin dievakuasi oleh tim MRI Jakpus. Setelah seharian bertahan di lantai dua rumahnya, Suhaeni memilih untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Anak saya masih kecil, kasihan di rumah, banjirnya enggak surut-surut. Sekarang mau ngungsi aja,” ungkap Suhaeni sambil menggendong Anisa, anaknya baru berusia empat bulan dan akan dibawa mengungsi di tempat kerabatnya di Palmerah.

Kediaman Suhaeni berada di gang yang ada di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Suhaeni tak mengira banjir di Selasa (25/2) pagi itu bakal merendam rumahnya hingga sore bahkan malam hari. “Banjir memang biasa di sini (Petamburan), tapi saya enggak ngira kalau bakal selama ini terendamnya," katanya.


Relawan menghibur Anisa, anak korban banjir Petamburan agar tak menangis saat dievakuasi ke atas perahu karet ACT, Selasa (25/2). Anisa dan ibunya sebelumnya bertahan di lantai dua rumahnya karena banjir yang mencapai leher orang dewasa. (ACTNews/Eko Ramdani)

Di hari itu, Suhaeni dan Anisa diselamatkan MRI Jakarta Pusat untuk dibawa ke tempat yang lebih aman. Muhammad Syahri dari tim MRI Jakarta Pusat mengatakan, proses evakuasi warga telah dilakukan sejak Senin (24/2) malam hingga Selasa (25/2) dini hari. Warga sakit, lansia, dan bayi jadi prioritas utama penyelamatan.

“Tak sedikit yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka karena warga yakin air cepat surut. Tapi sampai menjelang malam air belum juga surut, dan ketinggian masih bertahan sekitar dua meter,” jelasnya.

Untuk wilayah Jakarta Pusat, tim MRI mengerahkan sejumlah relawan untuk melakukan penyelamatan, khususnya di Tanah Abang yang terendam banjir. Mereka telah bersiaga sejak hujan dengan intensitas tinggi melanda Jakarta sejak Senin malam. Bahkan, relawan terus bersiaga hingga Selasa sore dan masih melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga yang membutuhkan pertolongan untuk diantar ke tempat pengungsian.[]


Bagikan