Merespons Kebutuhan Pangan Warga Prasejahtera di Bandung

Pandemi Covid-19 yang belum usai hingga kini dirasakan dampaknya oleh warga di berbagai daerah. Dan, pangan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi.

Warga Cibiru, Bandung saat menerima Beras Wakaf dari program Operasi Beras Gratis. (ACTNews)

ACTNews, BANDUNG  Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan penanggulangan dampak pandemi serta faktor alam yang berpengaruh pada masyarakat prasejahtera dan petani di Kampung Cigagak, Cibiru dan Ciwastra, Bandung pada Jumat (9/10). Program Operasi Beras Gratis digelar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup warga sekitar. Pasalnya, Cibiru dan Ciwastra yang menjadi lokasi pendistribusian beras gratis, banyak dihuni warga prasejahtera serta petani yang kurang maksimal panennya akibat musim kemarau tahun 2020 ini.

Di wilayah distribusi tersebut, banyak petani yang hanya menanam musiman saja. Sedangkan tanaman yang ditanam pun merupakan komoditas yang kurag diminati pasar, seperti ketela dan jagung. Untuk itu, ekonomi warga masuk golongan prasejahtera.

“Ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk menanggulangi dampak pandemi yang sampai ke daerah-daerah juga, belum lagi musim yang mempengaruhi masa tanam petani,” jelas Renno Mahmoeddin, Kepala Cabang ACT Jawa Barat.

Hadirnya bantuan beras gratis disambut warga dengan baik. Mereka merasa senang karena Beras Wakaf yang dibagikan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga mereka dalam beberapa hari ke depan. Dengan adanya bantuan ini pun, warga berharap, tidak ada kasus kriminal lagi akibat salah satu warga di lokasi distribusi pernah melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan pokok hariannya.

Jajang, Pengurus Masjid Al-Jannah, tempat pendistribusian beras gratis ke warga, berterima kasih atas bantuan yang tersalurkan oleh ACT. Selain faktor alam yang berpengaruh pada hasil tani, Jajang juga mengatakan, hadirnya pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh mereka. “Semoga kita semua mendapatkan kesehatan dan pandemi segera usai,” ungkapnya.

Selain di Bandung, pendistribusian beras oleh ACT Jawa Barat juga menyasar kalangan pesantren di Sukabumi beberapa waktu lalu. Beras yang terdistribusi untuk pesantren merupakan kelanjutan dari program Beras untuk Santri Indonesia.

“Beras Wakaf ini merupakan kepanjangan tangan dari kebaikan masyarakat yang disalurkan melalui ACT. Hingga kini pun, kesempatan untuk berbuat baik masih terus kami buka melalui laman Indonesia Dermawan, atau dermawan bisa datang langsung ke Kantor Cabang ACT terdekat,” ajak Renno.[]