Mesin Penghangat Meledak, Dua Bocah Pengungsi Suriah Meninggal

Berniat menghangatkan diri dari suhu beku, dua bocah perempuan di Suriah meninggal dunia usai mesin penghangat mereka meledak.

dua pengungsi suriah
Ilustrasi. Tenda pengungsi Suriah yang terbakar. (Dok. Reuters)

ACTNews, ALEPPO – Dua anak perempuan, Leen dan Intisar al Abdullah meninggal dunia setelah penghangat ruangan yang mereka miliki meledak di dalam tenda pengungsian pada Senin (17/1/2021). Sementara ibu mereka, terluka dan tengah mendapatkan perawatan di salah satu fasilitas kesehatan di Aleppo.

Pada hari itu, keluarga pengungsi yang tinggal di Kamp IDP Ibraz tersebut, bermaksud menghangatkan diri dari suhu beku di musim dingin yang tengah melanda Suriah. Nahas, mesin penghangat mereka tidak bekerja dengan baik dan akhirnya meledak. Kecelakaan ini merenggut dua bocah berusia 5 tahun tersebut dan membakar tenda pengungsian mereka yang terbuat dari papan dan terpal.

Musim dingin yang melanda Suriah, membuat kehidupan pengungsi amat menderita. Sejumlah komunitas internasional pun menyerukan bantuan darurat untuk pengungsi, seperti pakaian hangat, mesin penghangat ruangan, hingga pakain musim dingin.

Mohammed (24), yang telah mengungsi bersama istri dan dua anaknya ke sebuah kamp di barat laut Suriah, mengatakan, akibat badai di musim dingin, dia telah kehilangan semua harta bendanya.

"Tenda yang keluarga tempati hancur total. Kami kekurangan semua kebutuhan hidup mulai dari tempat tinggal yang layak hingga sumber pemanas dan makanan. Dingin sekali dan kami membutuhkan bantuan segera.” ujar Mohammed.[]